Space X Dikabarkan Catat Saham Perdana di Nasdaq 12 Juni 2026

Perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk dikabarkan mempercepat jadwal IPO.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 19:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan produsen roket dan satelit milik Elon Musk, Space X akan mencatatkan saham paling cepat pada 12 Juni 2026. Space X akan tetap memilih Nasdaq sebagai tempat perdagangan untuk debut pencatatan saham.

Pencatatan saham ini, salah satu yang paling dinantikan dalam beberapa tahun terakhir, akan menjadi berita utama dalam kalender penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2026. Demikian disampaikan sumber kepada Reuters, dikutip Channel News Asia, Sabtu (16/5/2026).

Debut SpaceX terjadi pada momen peting bagi pasar IPO, yang telah pulih setelah berjuang selama beberapa tahun terakhir di tengah volatilitas yang dipicu oleh kebijakan tarif AS dan ketidakpastian geopolitik.

Menurut tiga sumber, Space X akan diperdagangkan dengan kode saham SPCX. Perusahaan telah mempercepat jadwal IPO-nya dan mempublikasikan prospektuks paling cepat pada Rabu pekan depan. Roadshow bakal ditargetkan pada 4 Juni dan penjualan saham paling cepat pada 11 Juni.

Sumber menyebutkan, rencana baru untuk IPO pada minggu kedua Juni menunjukkan jadwal yang lebih cepat dari perkiraan untuk penawaran saham SpaceX, memajukan proses yang awalnya ditargetkan pada akhir Juni, sekitar waktu ulang tahun Musk.

Tinjauan dokumen IPO perusahaan yang lebih cepat dari perkiraan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) sebagian bertanggung jawab atas langkah perusahaan untuk mempercepat jadwal pencatatan saham, tambah sumber tersebut.

SPCX sebelumnya merupakan kode saham untuk ETF yang berfokus pada SPAC milik Tuttle Capital Management sebelum perusahaan tersebut beralih ke kode saham SPCK pada April. Langkah tersebut pada saat itu memicu spekulasi tentang kemungkinan SpaceX memilih kode saham yang baru tersedia.

 

 

 

Bakal Catatkan Saham di Nasdaq

Reuters pertama kali melaporkan pada Maret SpaceX cenderung untuk mencatatkan sahamnya di Nasdaq, karena berupaya untuk segera masuk ke indeks Nasdaq-100.

SpaceX tidak segera menanggapi permintaan komentar. Nasdaq dan SEC menolak berkomentar. Pencatatan saham ini akan menandai kemenangan besar bagi Nasdaq, menangkis persaingan dari pesaingnya di kota yang sama, Bursa Saham New York.

Hal ini terjadi setelah peluncuran aturan 'masuk cepat' Nasdaq yang sangat dinantikan untuk mempercepat masuknya perusahaan-perusahaan besar yang baru terdaftar ke indeks acuan Nasdaq-100. Operator indeks terkemuka lainnya seperti S&P Dow Jones Indices dan FTSE Russell juga telah meluncurkan aturan serupa untuk mempercepat pencatatan saham baru ke indeks acuan masing-masing, berupaya untuk mempercepat proses IPO.

Nasdaq sebelumnya mengatakan secara luas meminta umpan balik dari pelaku pasar tentang aturan masuk cepat dan bahwa mereka memiliki proses tata kelola indeks yang transparan.

 

 

Bakal jadi IPO Terbesar

SpaceX kemungkinan akan menargetkan penggalangan dana sekitar USD 75 miliar dengan valuasi sekitar USD 1,75 triliun, yang akan menjadikannya IPO terbesar sepanjang masa, seperti yang dilaporkan Reuters sebelumnya.

Target nilai USD 1,75 triliun merupakan peningkatan signifikan dari nilai gabungan USD 1,25 triliun yang ditetapkan ketika SpaceX bergabung dengan perusahaan rintisan kecerdasan buatan milik Musk, xAI, pada bulan Februari.

Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, JPMorgan, dan Goldman Sachs adalah penjamin emisi utama untuk penawaran ini, dengan 16 bank lain dalam peran yang lebih kecil yang mencakup saluran institusional, ritel, dan internasional.