Mengintip Visi Calon Dirut BEI Iding Pardi

Iding Pardi punya visi khusus jika terpilih menjadi Direktur Utama BEI.

Diterbitkan 13 Mei 2026, 17:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Calon Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iding Pardi, membawa agenda penguatan governance atau tata kelola sebagai fokus utama dalam proses fit and proper test yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, penguatan tata kelola menjadi kunci agar pasar modal Indonesia mampu naik kelas dan semakin kompetitif di tingkat regional.

Iding yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mengatakan visi tersebut lahir dari tantangan yang tengah dihadapi pasar modal domestik, mulai dari volatilitas pasar hingga kebutuhan peningkatan kualitas perdagangan dan perlindungan investor.

Dalam proses uji kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test, Iding menegaskan bahwa penguatan governance menjadi salah satu poin utama yang ia sampaikan kepada regulator.

“Sebenarnya sejalan sekali dengan permasalahan yang kita hadapi sekarang ya. Yaitu bagaimana bursa itu memperkuat-memperkuat governance-nya. Jadi, bursa dengan marketnya memperkuat-memperkuat governance-nya,” kata Iding saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, tata kelola yang kuat tidak hanya diperlukan di level lembaga bursa, tetapi juga harus diterapkan secara menyeluruh di ekosistem pasar modal. Dengan governance yang lebih baik, kepercayaan investor dinilai dapat meningkat.

Ia menilai kualitas pasar menjadi faktor penting untuk mendorong pasar modal Indonesia lebih berkembang dan mampu bersaing dengan bursa regional lainnya.

“Jadi, visi kita yang memperkuat governance dari bursa dan market gitu ya. Kita ingin bursa yang naik kelas gitu kan,” ujarnya.

 

 

Fit and Proper Test Calon Dirut BEI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai melaksanakan penilaian kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap empat paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses seleksi tersebut telah dimulai sejak Selasa (12/5/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga pekan depan.

Salah satu kandidat calon Direktur Utama BEI, Iding Pardi, mengonfirmasi bahwa seluruh kandidat telah mendapatkan jadwal uji kelayakan dan kepatutan dari regulator. Iding sendiri diketahui saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Iding mengatakan proses fit and proper test sudah berjalan sejak awal pekan ini. Bahkan, dirinya telah mengikuti tahapan wawancara dan penilaian di OJK.

“Udah, semua udah ada jadwalnya. Kemarin udah mulai. Dirut kemarin. Udah, saya kemarin. Kemarin udah di OJK,” kata Iding.

Ia menyebut proses fit and proper test untuk calon direksi dan komisaris BEI diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan depan. Menurutnya, tahapan ini menjadi bagian penting dalam menentukan kepengurusan baru BEI untuk periode mendatang.

“Kalau nggak salah sih sampai akhir minggu depan,” imbuh Iding.

Meski demikian, Iding tidak memerinci materi maupun hasil dari proses penilaian tersebut. OJK sendiri memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kelayakan para kandidat yang akan memimpin bursa. 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Dirut BEI
  • Bursa saham