Intip 3 Transaksi Jumbo di Pasar Negosiasi

Di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,8%, transaksi harian saham mencapai Rp 36,1 triliun pada 8 Mei 2026.

Diterbitkan 10 Mei 2026, 15:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Transaksi harian saham menccapai Rp 36,1 triliun pada perdagangan saham Jumat, 8 Mei 2026. Lonjakan transaksi harian itu terjadi seiring tiga saham mencatat transaksi signifikan di pasar negosiasi. Apa saham emiten-nya?

Mengutip data RTI, ditulis Minggu (10/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,86% menjadi 6.969,39. Indeks saham LQ45 susut 2,39% menjadi 677,17.

Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 7.186,83 dan level terendah 6.959,39. Sebanyak 575 saham melemah sehingga bebani IHSG. 133 saham menguat dan 108 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.828.918 kali dengan volume perdagangan saham 56,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 36,1 triliun.

Transaksi harian saham yang signifikan itu seiring tiga saham emiten mencatatkan transaksi jumbo di pasar negosiasi. Pertama, transaksi saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencapai Rp 11,8 triliun di pasar negosiasi. Total frekuensi perdaganga sebanyak satu kali dengan volume perdagangan saham 84.660.000 saham. Nilai transaksi Rp 11,8 triliun. Di pasar negosiasi, saham MAPI naik 9,07% menjadi Rp 1.395 per saham.

Sedangkan di pasar regular, harga saham MAPI melompat 12,36% menjadi Rp 1.455 per saham. Saham MAPI dibuka naik 25 poin menjadi Rp 1.320 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.295 per saham. Saham MAPI berada di level tertinggi Rp 1.455 dan level terendah Rp 1.305 per saham. Total frekuensi perdagangan 23.317 kali dengan volume perdagangan saham 85.818.456 saham. Nilai transaksi Rp 12 triliun.

Adapun lonjakan transaksi saham MAPI di pasar negosiasi itu seiring, Pacific Universal Investments Pte Ltd, perusahaan Singapura mengambilalih 51% saham MAPI dari PT Satya Mulia Gema Gemilang. Saham tersebut dibeli dengan harga Rp 1.395 per saham dengan total nilai pengambilalihan Rp 11,81 triliun.

 

Transaksi Saham INKP

Kedua, ada transaksi jumbo saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk senilai Rp 1,6 triliun di pasar negosiasi. Transaksi saham INKP tercatat 11 kali dengan volume perdagangan saham 1.684.212 saham. Harga saham INKP naik 9,83% menjadi Rp 9.500 per saham di pasar negosiasi. Saham INKP berada di level tertinggi dan terendah Rp 9.500 per saham.

Di pasar regular, harga saham INKP melemah 3,17% menjadi Rp 9.150 per saham. Saham INKP dibuka stagnan di posisi Rp 9.450 per saham. Harga saham INKP berada di level tertinggi Rp 9.500 dan level terendah Rp 9.025 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 6.568 kali dengan volume perdagangan saham 1.800.910 saham. Nilai transaksi harian Rp 1,7 triliun.

Ketiga, transaksi saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) di pasar negosiasi yang mencapai Rp 1,1 triliun. Transaksi saham NSSS sebanyak 12 kali dengan volume perdagangan saham 13.419.650 saham. Harga saham NSSS ditutup melonjak 39,86% menjadi Rp 1.000 per saham di pasar negosiasi. Harga saham NSSS berada di level tertinggi Rp 1.000 dan terendah Rp 690 per saham.

Sementara itu, di pasar regular, harga saham NSSS ditutup stagnan di Rp 805 per saham. Harga saham NSSS dibuka menguat lima poin menjadi Rp 810 per saham. Saham NSSS berada di level tertinggi Rp 815 dan terendah Rp 775 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.383 kali dengan volume perdagangan saham 13.688.920 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,1 triliun.

Kinerja IHSG pada 4-8 Mei 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis pada perdagangan saham 4-8 Mei 2026 usai alami koreksi signifikan pekan lalu. Di tengah IHSG menguat terbatas, ada sejumlah saham yang catat penurunan terbesar atau top losers selama sepekan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (9/5/2026), IHSG naik terbatas 0,18% ke posisi 6.939,39. Pada pekan lalu, IHSG anjlok 2,42% menjadi 6.956,80.Adapun pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.207,07 dan level terendah 6.921,60.

Selama sepekan, investor asing beli saham Rp 12,26 triliun. Pada pekan lalu, investor asing lepas saham Rp 7,06 triliun.

Selama sepekan, sektor saham dominan melemah. Sektor saham energi susut 5,72%, sektor saham basic materials terperosok 5,58%, sektor saham industri tergelincir 3,73%.

Selanjutnya sektor saham consumer siklikal susut 0,13%, sektor saham perawatan kesehatan terpangkas 1,14%, dan sektor saham properti dan real estate melemah 0,53%. Lalu sektor saham teknologi susut 2,5% dan sektor saham transportasi dan logistis merosot 5,74%.

Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal naik 2,1%, sektor saham keuangan naik 1,97% dan sektor saham infrastruktur melonjak 5%.

Â