APLN Raup Pendapatan Rp 2,9 Triliun hingga Kuartal Pertama 2026

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) meraih pertumbuhan pendapatan dan mencatat laba hingga kuartal pertama 2026.

Diterbitkan 01 Mei 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) meraih lonjakan pendapatan dan mencetak laba hingga kuartal I 2026. Salah satunya ditopang divestasi atas kepemilikan Deli Park Mall Medan.

PT Agung Podomoro Land Tbk mencatat penjualan dan pendapatan usaha naik 232% menjadi Rp 2,9 triliun hingga kuartal I 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 874,5 miliar. Perseroan meraup laba bersih periode berjalan tercatat sebesar Rp 513,8 miliar dari sebelumnya rugi Rp 55,37 miliar.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas menuturkan, pada kuartal I 2026 perusahaan telah melakukan divestasi atas kepemilikan Deli Park Mall Medan sebagai salah satu strategi bisnis yang mampu menopang kinerja APLN. Selain itu, kuatnya penjualan dari proyek-proyek unggulan juga ikut mendorong fundamental perusahaan tetap terjaga secara positif.

"Kami bersyukur aset–aset yang dibangun APLN memberikan nilai yang tinggi, sehingga dihargai premium oleh para investor. Divestasi Deli Park Mall Medan kepada investor Jepang menjadi bukti bahwa properti yang dibangun APLN nilainya terus meningkat,” ujar Justini dikutip dari keterangan resmi, ditulis Jumat (1/5/2026).

Beban pokok penjualan dan beban langsung naik 269,17% menjadi Rp 2,01 triliun hingga Maret 2026 dari Maret 2025 sebesar Rp 546,34 miliar. Seiring hal itu, laba kotor perseroan naik 169,90% menjadi Rp 885,68 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 328,14 miliar.

Perseroan mencatat beban penjualan turun menjadi Rp 23,18 miliar dari Rp 46,84 miliar. Beban umum dan administrasi susut menjadi Rp 189,45 miliar dari Rp 223,62 miliar. Selain itu, penghasilan bunga naik menjadi Rp 10,47 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,72 miliar. Perseroan juga meraup laba neto entitas asosiasi naik menjadi Rp 32,32 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari kuartal pertama 2025 sebesar Rp 22,33 miliar.

 

 

Aset Perseroan

Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 217,03 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 62,0 miliar. Perseroan mencatat laba per saham dasar naik menjadi Rp 9,56 hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 2,74.

Ekuitas bertambah menjadi Rp 13,70 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 13,67 triliun. Liabilitas turun menjadi Rp 10,48 triliun dari Desember 2025 Rp 11,28 triliun. Aset perseroan turun menjadi Rp 24,18 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 24,95 triliun.

Secara operasional, APLN membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp2,6 triliun, meningkat tajam 360% dibandingkan Rp574,4 miliar pada Kuartal I-2025. Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) tercatat sebesar Rp260,2 miliar, menurun 13% dari Rp300,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan adanya divestasi aset yang memengaruhi komposisi pendapatan Perseroan.

Justini mengatakan, sebagai perusahaan properti APLN menilai, setiap aset memiliki potensi yang dapat dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Itu sebabnya monetisasi aset-aset yang sudah matang dan bernilai tinggi menjadi bagian dari strategi bisnis yang dijalankan sejak tahun 2017.

 

Jaga Momentum Pertumbuhan

“Capaian ini merupakan bukti nyata dari konsistensi kami dalam menjalankan strategi yang terukur, baik melalui optimalisasi portofolio aset maupun penguatan kinerja operasional. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memastikan fundamental bisnis tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Justini.

Justini mengatakan, Perseroan akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui strategi yang seimbang antara pengembangan proyek baru, optimalisasi aset eksisting, serta penguatan kontribusi pendapatan berulang guna menciptakan kinerja yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Kami terus mengambil inisiatif-inisiatif baru untuk meningkatkan penjualan properti dari proyek-proyek unggulan. Dengan portofolio proyek yang kuat, pengalaman panjang di industri, serta strategi yang solid, adaptif dan terukur kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif ini sampai akhir tahun,” ujar Justini.