AADI Siapkan Buyback hingga Rp 5 Triliun, Cek Jadwal Pelaksanaannya

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan akan buyback saham Rp 5 triliun.

Diterbitkan 16 April 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan nilai maksimal mencapai Rp 5 triliun.

"Keterbukaan Informasi ini disampaikan oleh Perseroan sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Pembelian Kembali Saham Perseroan dengan jumlah sebanyak‐banyaknya Rp 5.000.000.000.000," tulis AADI.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Kamis (16/4/2026), Perseroan menyebutkan, pelaksanaan buyback akan mengacu pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 serta Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT).

Dalam keterangannya, Adaro Andalan menegaskan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Selain itu, aksi korporasi ini juga dipastikan tidak akan mengganggu kondisi keuangan perusahaan.

Perseroan memastikan, buyback tidak akan menyebabkan kekayaan bersih perseroan turun di bawah jumlah modal ditempatkan dan cadangan wajib yang telah disisihkan, sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.

"Di mana jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali oleh Perseroan tidak akan melebihi 10% (sepuluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dalam Perseroan, serta tidak menyebabkan kekayaan bersih Perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal yang ditempatkan ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan," jelas Perseroan AADI.

Dilakukan Bertahap hingga 12 Bulan

Adaro Andalan berencana melaksanakan pembelian kembali saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses buyback akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham.

Persetujuan tersebut akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan dalam waktu mendatang. Dengan demikian, realisasi aksi ini sangat bergantung pada hasil keputusan para pemegang saham.

Keterbukaan Informasi ini dilakukan Perseroan dalam rangka memenuhi ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal serta penerapan prinsip keterbukaan sebagai perusahaan terbuka.

 

 

 

 

Perkiraan Jadwal Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham

RUPST akan dilaksanakan pada 22 Mei 2026 dan apabila agenda Pembelian Kembali Saham Perseroan telah disetujui pada RUPST, Pembelian Kembali Saham Perseroan dapat dilakukan terhitung sejak 23 Mei 2026. Berikut adalah tanggal‐tanggal penting dalam kaitannya dengan Pembelian Kembali Saham Perseroan:

Pengumuman RUPST kepada para pemegang saham Perseroan melalui situs web BEI, situs web eASY.KSEI, dan situs web Perseroan www.adaroindonesia.com, serta Pengumuman Keterbukaan Informasi mengenai rencana  Pembelian Kembali Saham Perseroan melalui situs web BEI, situs web eASY.KSEI, dan situs web Perseroan www.adaroindonesia.com pada 15 April 2026. 

Kemudian pada 30 April 2026 Pemanggilan RUPST kepada para pemegang saham Perseroan melalui situs web BEI, situs web eASY.KSEI, dan situs web Perseroan. Lalu, pada 22 Mei 226 RUPST untuk menyetujui rencana Pembelian Kembali Saham  Perseroan.

Selanjutnya, 12 bulan sejak 23 Mei 2026 merupakan periode buyback saham Perseroan, dan pengumuman Ringkasan Risalah RUPST paling lambat pada 26 Mei 2026.

 

Triputra Lepas 3,8 Juta Saham AADI, Segini Nilainya

Sebelumnya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan laporan kepemilikan saham. Salah satunya Triputra Investindo Arya yang melepas saham AADI.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (23/2/2026), Triputra Investindo Arya melepas 3.841.900 saham AADI dengan harga Rp 8.789 per saham. Nilai penjualan saham AADI itu sekitar Rp 33,76 miliar pada 18 Februari 2926.

“Tujuan transaksi divestasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham AADI, Triputra Investindo Arya kini genggam 0,45% saham AADI atau setara 34.728.800 saham. Sebelumnya, Triputra Investindo Arya memiliki 0,50% saham AADI atau setara 38.570.700.

Pada perdagangan saham sesi kedua, Senin, 23 Februari 2026, harga saham AADI melemah 0,54% ke posisi Rp 9.275 per saham. Harga saham AADI dibuka turun 25 poin ke posisi Rp 9.300 per saham. Saham AADI berada di level tertinggi Rp 9.300 dan terendah Rp 8.925 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.103 kali dengan volume perdagangan saham 148.037 saham. Nilai transaksi Rp 134,6 miliar.