Transaksi Harian SBN Tembus Rp 60 Triliun, Pasar Surat Utang Kian Bergairah

OJK ungkap nilai transaksi harian SBN 2025 capai Rp60 T. Pertumbuhan kepemilikan aset hingga 8,67% jadi sinyal positif kedalaman pasar modal Indonesia.

Diterbitkan 13 April 2026, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan pasar surat utang Indonesia terus menunjukkan tren yang semakin positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya aktivitas perdagangan serta bertambahnya partisipasi investor, khususnya pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang semakin likuid di pasar.

Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Eddy Manindo Harahap, mengungkapkan nilai rata-rata transaksi harian SBN pada tahun 2025 telah mencapai sekitar Rp 60 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan sekaligus meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap instrumen surat utang negara.

“Perkembangan surat utang, baik itu SBN maupun obligasi korporasi, sejauh ini menunjukkan tren positif. Kemudian rata-rata nilai transaksi harian SBN, sekarang ini sudah cukup besar sekitar Rp 60 triliun pada tahun 2025,” kata Eddy dalam SPPA Award, di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Selain itu, kepemilikan SBN yang dapat diperdagangkan juga mengalami pertumbuhan sekitar 8,67% secara tahunan (year-on-year). Kenaikan ini menunjukkan minat investor yang terus menguat, baik dari domestik maupun asing.

Menurutnya, peningkatan ini menjadi sinyal bahwa pasar surat utang Indonesia semakin dalam dan efisien.

“Beberapa indikator mencerminkan perkembangan yang signifikan, seperti misalnya pemilikan SBN yang dapat diperdagangkan sekarang tumbuh sekitar 8,67% year-on-year,” ujarnya.

 

Peran Repo Dorong Likuiditas Pasar

Lebih lanjut, Eddy menyampaikan aktivitas repo SBN juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini, porsi repo terhadap total transaksi mencapai sekitar 35%, sementara repo antarbank menyumbang lebih dari 70% dari total aktivitas repo.

“Termasuk juga porsi repo SBN terhadap total transaksi itu saat ini 35%, dan juga repo antarbank ini juga menyumbang hingga lebih dari 70% dari aktivitas repo,” ujarnya.

Menurut Eddy, data tersebut menunjukkan bahwa kedalaman pasar terus meningkat, proses price recovery semakin baik, dan mekanisme repo semakin berkembang secara market-driven.