Emiten CAMP Siap Gelar RUPS 12 Mei 2026

PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) akan menggelar RUPS pada 12 Mei 2026.Berikut ketentuannya.

Diterbitkan 02 April 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Campina Ice Cream Industry, Tbk (Perseroan) (CAMP) mengumumkan kepada para pemegang saham Perseroan, mengenai  rencana diselenggarakannya Rapat Umum Pemegang  Saham Tahunan (RUPS) pada Selasa, 12 Mei 2026.

Rapat tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka (“POJK No. 15/2020”), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/2025 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham, Rapat Pemegang Obligasi & Sukuk Secara Elektronik (“POJK No. 14/2025”), dan Pasal 18 ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan.

Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (2/4/2026) disampaikan beberapa hal mengenai ketentuan akan dilaksanakannya RUPS PT Campina Ice Cream Industry. Pertama, pemanggilan Rapat akan dilakukan paling kurang melalui situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) / situs web penyedia E-RUPS melalui aplikasi eASY.KSEI, situs web PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) dan situs web Perseroan (www.campina.co.id) pada Senin, 20 April 2026.

Kedua, pemegang Saham yang berhak hadir atau diwakili dalam Rapat adalah para Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan, pada Jumat, 17 April 2026 pukul 16:00 WIB.

 

Ketiga, pemegang saham dapat mengusulkan mata acara jika memenuhi persyaratan Pasal 16 dari POJK 15/2020, dan Pasal 21 ayat (12) Anggaran Dasar Perseroan, sebagai berikut:

a. diajukan secara tertulis kepada Direksi Perseroan dan harus diterima oleh Direksi Perseroan paling lambat tujuh  hari sebelum tanggal pemanggilan Rapat; yaitu tanggal 13 April 2026.

b. diajukan oleh satu atau lebih pemegang saham yang mewakili 1/20 (satu per dua puluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah yang dikeluarkan Perseroan;

c. dilakukan dengan itikad baik, mempertimbangkan kepentingan Perseroan, merupakan mata acara yang membutuhkan keputusan Rapat, menyertakan alasan dan bahan usulan mata acara Rapat, dan tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan; Ketentuan Lainnya Keempat, pemegang saham harus memperhatikan POJK 14/2025, Rapat akan dilaksanakan secara elektronik melalui Fasilitas KSEI.

Kelima, bagi pemegang saham yang tidak dapat menghadiri Rapat langsung secara fisik. Perseroan mengimbau kepada para pemegang saham untuk memberikan kuasa kepada pihak independen yang disediakan oleh Perseroan, yaitu Biro Administrasi Efek (BAE) Perseroan (PT Adimitra Jasa Korpora) dengan formulir surat kuasa yang akan disediakan oleh Perseroan atau melalui fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY-KSEI) yang disediakan oleh KSEI sebagai mekanisme pemberian kuasa secara Electronic (e-Proxy) dalam Proses penyelengaraan Rapat. Fasilitas E-Proxy ini tersedia bagi Pemegang saham yang berhak untuk hadir dalam Rapat sejak tanggal Pemanggilan Rapat sampai dengan  satu hari kerja sebelum penyelengaraan Rapat, yaitu pada Senin, 11 Mei 2026 sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Intip Prioritas Kinerja Emiten CAMP pada 2026

Sebelumnya, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) menempatkan pertumbuhan pendapatan berkelanjutan sebagai prioritas utama di tengah kondisi konsumsi rumah tangga yang semakin selektif.

Di saat daya beli masyarakat masih tertekan dan sensitif terhadap harga, perseroan berupaya menjaga volume penjualan agar momentum bisnis tetap terpelihara.

Sekretaris Perusahaan Campina Ice Cream Industry Sagita Melati, mengatakan strategi tersebut tercermin dari capaian pendapatan Campina hingga kuartal III 2025 yang tumbuh 1,14% secara tahunan menjadi Rp 860 miliar.

"Kinerja yang relatif resilient di tengah dinamika makroekonomi. Dalam konteks tersebut, Campina mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan sebesar 1,14% year-on-year menjadi Rp 860 miliar, sejalan dengan laju pertumbuhan industri es krim nasional yang sedikit melambat," kata Sagita Melati dalam Paparan Publik Campina, Senin (15/12/2025).

Pertumbuhan ini dinilai sejalan dengan laju industri es krim nasional yang melambat, sekaligus menunjukkan ketahanan top line perseroan di tengah tantangan makroekonomi.

Bagi investor pasar modal, kemampuan menjaga pertumbuhan pendapatan saat konsumsi melemah menjadi sinyal penting model bisnis Campina masih relevan. Konsistensi top line ini juga menjadi fondasi awal untuk menjaga stabilitas kinerja jangka menengah.

"Dari sisi pendapatan, Campina mencatatkan pertumbuhan yang stabil dengan CAGR sebesar 3,16% sejak tahun 2012 hingga tahun 2024. Trend ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam menjaga top line secara konsisten, meskipun dihadapkan pada periode tekanan konsumsi dan disrupsi eksternal," ujarnya.

 

Efisiensi Operasional dan Profitabilitas Jadi Perhatian Investor

Selain pertumbuhan pendapatan, penguatan profitabilitas melalui efisiensi operasional menjadi prioritas kedua perseroan. Tekanan biaya bahan baku dan distribusi yang meningkat sepanjang 2025 berdampak pada margin laba kotor serta laba bersih Campina.

"Namun tekanan biaya berdampak pada profitabilitas laba kotor hingga kuartal III tahun 2025 tercatat turun 5,12% year on year, terutama disebabkan oleh kenaikan signifikan biaya bahan baku dan distribusi," ujarnya.

Manajemen memilih untuk tidak menaikkan harga jual secara agresif demi menjaga daya beli konsumen dan volume penjualan. Keputusan ini memang menekan profitabilitas jangka pendek, namun dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan pangsa pasar.

Perluasan Distribusi dan Penguatan Merek

Prioritas berikutnya adalah perluasan jaringan distribusi dan penguatan kanal penjualan, termasuk pemanfaatan kanal digital. Strategi ini diarahkan untuk memperluas jangkauan produk dan menjaga kedekatan dengan konsumen di tengah perubahan pola belanja.

Di sisi lain, penguatan brand equity dan loyalitas konsumen juga menjadi fokus utama. Campina menilai bahwa kekuatan merek akan menjadi penopang utama permintaan ketika konsumen semakin berhati-hati dalam membelanjakan pendapatannya.

"Optimalisasi distribusi serta penyesuaian portfolio produk. Dengan langkah-langkah tersebut, manajemen optimis dapat memperbaiki margin secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasar," pungkasnya.