DCII Catat Pendapatan Rp 2,54 Triliun di 2025

Dalam laporan keuangan 2025, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sepanjang meraup pendapatan Rp 2,54 triliun.

Diterbitkan 31 Maret 2026, 16:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) membukukan pendapatan sebesar Rp2,54 triliun pada 2025. Angka ini tumbuh 40,1% secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,54 triliun, tumbuh 40,1% dari periode sebelumnya. EBITDA tercatat Rp 1,55 triliun dengan margin 61,0%.

Sementara laba bersih mencapai Rp1,002 triliun, meningkat 25,7% secara tahunan. Total aset Perseroan meningkat menjadi Rp 6,65 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp 4,00 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan disiplin eksekusi ekspansi serta optimalisasi utilisasi kapasitas yang terjaga.

“Sepanjang 2025, Perseroan membuktikan kemampuannya dalam mengeksekusi ekspansi secara cepat dan terukur. Penyelesaian E2 Surabaya semakin memperkuat kapasitas dan platform pusat data Perseroan. Pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang solid mencerminkan efisiensi operasional serta keunggulan time-to-market yang secara konsisten kami pertahankan. Ke depan, Perseroan akan terus mengembangkan infrastruktur pusat data berstandar global untuk mendukung kebutuhan AI, cloud, serta komputasi berdensitas tinggi di Indonesia," kata Direktur Corporate Affairs merangkap Sekretaris Perusahaan PT DCI Indonesia Tbk Indri Koesindrijastoeti.

Salah satu capaian Perseroan pada tahun 2025 adalah telah beroperasinya secara penuh pusat data JK6 yang berlokasi di Kampus H1 Cibitung dengan kapasitas 36 MW. Selain itu, Perseroan juga telah menyelesaikan pembangunan E2 Data Center Surabaya dengan kapasitas IT sebesar 9 MW yang mulai beroperasi secara komersial pada Kuartal I 2026. '

Kehadiran fasilitas ini memperluas jangkauan geografis platform pusat data Perseroan yang kini tersebar di empat lokasi strategis, yaitu Cibitung (H1), Karawang (H2), Jakarta (E1), dan Surabaya (E2), sekaligus memperkuat konektivitas digital nasional, khususnya bagi wilayah Indonesia bagian timur. Penambahan kapasitas di Surabaya ini merupakan langkah awal ekspansi Perseroan untuk terus memperluas platform pusat data di Indonesia kedepannya.

 

Percepatan Transformasi Digital

Pengembangan ini sejalan dengan percepatan transformasi digital nasional, dimana pemerataan infrastruktur pusat data menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Melihat potensi Surabaya sebagai simpul konektivitas bagi kawasan Indonesia bagian timur, Perseroan memulai pengembangan platform pusat data di kota ini sejak dini melalui E2 Data Center Surabaya, yang sekaligus menghadirkan redundansi terhadap Jakarta serta mendukung kebutuhan trafik berlatensi rendah.

Ke depan, Perseroan akan terus meningkatkan kapasitas di Surabaya seiring dengan perkembangan permintaan pasar, dengan tetap mengedepankan standar operasional pusat data kelas dunia, keandalan yang konsisten, serta keunggulan time-to-market sebagai diferensiasi utama Perseroan di industri.

Pada tahun 2026 Perseroan akan melanjutkan pengembangan DCI Platform melalui ekspansi kapasitas dengan time-to-market yang cepat dan konsisten menjaga keandalan operasional. Infrastruktur pusat data Perseroan dirancang untuk mendukung beban kerja AI, komputasi berdensitas tinggi, serta otomasi berbasis data sejalan dengan peningkatan kebutuhan cloud dan pemanfaatan artificial intelligence di Indonesia.