BNI Rampungkan Pengalihan Saham Anak Usaha ke Danantara Asset Management

BNI tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan BNI Asset Management melalui BNIS setelah melepas saham anak usaha itu Danantara Asset Management.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 11:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) mengumumkan penyelesaian penjualan seluruh saham PT BNI Asset Management (BNI AM) yang dimiliki PT BNI Sekuritas (BNIS), perusahaan terkendali BNI kepada PT Danantara Asset Management (DAM).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (23/7/2026), BNI mengumumkan penandatangan akta jual beli saham (AJB) antara PT BNI Sekuritas (BNIS) dengan PT Danantara Asset Management pada 22 Juli 2026. Penandatanganan AJB itu terkait penjualan seluruh saham PT BNI Asset Management (BNI AM) yang dimiliki BNIS kepada PT DAM sebanyak 39.960.000 saham.

Pada 1 April 2026, PT BNI Sekuritas dan PT DAM telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) seiring rencana transaksi. Perseroan telah mengumumkan penandatanganan PJBS tersebut melalui keterbukaan informasi terkait transaksi afiliasi pada 2 April 2026 dalam surat Nomor CSE/7/2018 pada 2 April 2026.

Seperti diatur dalam PJBS, penyelesaian transaksi akan tunduk pada pemenuhan persyaratan pendahuluan, termasuk diperolehnya persetujuan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku.

Perseroan menyebutkan, seluruh persyaratan yang telah terpenuhi sesuai diatur dalam PJBS, BNIS dan PT DAM telah menandatangani akta jual beli saham pada 22 Juli seiring dengan transaksi. Penandatanganan akta jual beli tersebut menandai telah diselesaikannya transaksi sesuai dengan ketentuan dalam PJBS.

“Dengan ditandatangani AJB antara BNIS selaku perusahaan terkendali perseroan dengan PT DAM, dan telah diselesaikannya transaksi sesuai dengan ketentuan dalam PJBS seluruh saham BNI AM yang sebelumnya dimiliki oleh BNIS telah beralih kepada PT DAM,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Seiring hal itu, BNIS tidak lagi memiliki saham pada BNI AM, dan perseroan tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan BNI AM melalui BNIS, serta BNI AM tidak lagi menjadi bagian dari grup perseroan.

“Kejadian tersebut tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

 

BNI Rampungkan Buyback, Serap 16,3 Juta Saham

Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengumumkan telah menyelesaikan transaksi pembelian kembali atau buyback saham. BNI telah menyerap 16,37 juta saham dalam rangka buyback.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (22/2/2026), PT Bank Negara Indonesia Tbk menyebutkan telah menyelesaikan buyback saham sebanyak 16.377.700 saham.

Perseroan menyampaikan berdasarkan keterbukaan informasi 4 Februari 2025 dan 17 Februari 2025 serta keputusan RUPS Tahunan Perseroan 26 Maret 2025, dan RUPS telah menyetujui buyback saham perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI maksimal Rp 1,5 triliun. Hal ini termasuk biaya-biaya terkait buyback saham dengan memperhatikan perizinan serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Sehubungan dengan hal dimaksud, memperhatikan kondisi makro ekonomi, kondisi market, dan kebutuhan pelaksanaan pengalihan saham sesuai Keputusan RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025 tersebut di atas, maka melalui Keterbukaan Informasi ini kami laporkan bahwa Perseroan telah menyelesaikan periode buyback dengan total saham yang telah dibeli kembali sebanyak 16.377.700 lembar saham,”

 

Saham Treasuri

Perseroan menyatakan pelaksanaan buyback tidak memengaruhi kegiatan usaha dan pertumbuhan perseroan seiring memiliki modal dan cash flow yang baik untuk melakukan seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, termasuk buyback.

Buyback juga tidak mengurangi kepercayaan investor kepada Perseroan. Hal tersebut tercermin dari terjaganya valuasi saham perseroan dengan price to book value (PBV) yang meningkat dari 0,98x pada 26 Maret 2025 saat Perseroan mendapatkan persetujuan pelaksanaan buyback di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, menjadi 1,01x pada 4 Februari 2026. Pada posisi yang sama, harga saham Perseroan meningkat dari Rp 4.250 per lembar menjadi Rp 4.630 per lembar.

Seiring buyback itu, pengalihan saham hasil buyback itu disimpan sebagai saham treasuri atau treasury stock.

RUPS Tahunan pada 26 Maret 2025 telah menyetujui tujuan pengalihan saham hasil buyback yang disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock) melalui: Program kepemilikan saham pegawai; Program kepemilikan saham Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan/atau Pengalihan lainnya sesuai dengan persetujuan OJK.