Pemegang Saham MORA Sepakati Merger dengan MyRepublic Indonesia

Selain persetujuan merger, pemegang saham juga menyetujui perubahan nama perseroan Mora Telematika Indonesia menjadi Ekamas Mora Republik.

Diterbitkan 27 Maret 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk atau Moratelindo (MORA) menyepakati rencana penggabungan atau merger perseroan dengan PT Eka Mas Republik (EMR atau MyRepublic Indonesia).

Persetujuan itu diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 26 Maret 2026. Tanggal efektif penggabungan atau legal day one dijadwalkan pada 22 April 2026.

Merger Moratelindo dan MyRepublic Indonesia merupakan langkah strategis yang diambil kedua perusahaan untuk mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di tanah air.

Dalam RUPSLB ini, para pemegang saham Perseroan juga telah menyetujui perubahan beberapa pasal dalam anggaran dasar Perseroan, termasuk perubahan nama Perseroan dari PT Mora Telematika Indonesia Tbk menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk. Selain itu, disetujui pula perubahan pengendali Perseroan sebagai dampak penggabungan, dari sebelumnya PT Candrakarya Multikreasi menjadi PT Innovate Mas Utama.

Para pemegang saham Perseroan juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, yang akan resmi menjabat pada tanggal efektif penggabungan (tanggal persetujuan Menteri Hukum).

Susunan Dewan Komisaris PT Ekamas Mora Republik Tbk 

  • Komisaris Utama & Komisaris Independen : Arsjad Rasjid
  • Komisaris  : Marlo Budiman
  • Komisaris  : Handhianto S. Kentjono

Susunan Direksi PT Ekamas Mora Republik Tbk

  • Direktur Utama : Timotius M. Sulaiman, SE
  • Direktur : Yopie Widjaja
  • Direktur : Hendra Gunawan
  • Direktur : Edward Sanusi
  • Direktur : Ir. Iman Syahrizal
  • Direktur : Melanie Maharani
  • Direktur : Edward Anwar
  • Direktur : Jimmy Kadir
  • Direktur : Genta Andhika Putra
  • Direktur : Michael C. McPhail
  • Direktur : Resi Y. Bramani

Calon Direktur Utama PT Ekamas Mora Republik Tbk Timotius M. Sulaiman menuturkan, persetujuan para pemegang saham hari ini merupakan langkah penting menuju terealisasinya penggabungan.

"Kami optimis sinergi ini akan memperkuat kapasitas perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan serta mendorong percepatan dan pemerataan pengembangan ekosistem digital di Indonesia,” kata dia dikutip dari keterangan resmi, Jumat, (27/3/2026).

Langkah Strategis

Timotius menuturkan, penggabungan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan sinergi baik dari finansial maupun operasional yang berkelanjutan, melalui optimalisasi biaya operasional, belanja modal yang lebih efisien, serta memaksimalkan kapasitas dan aset jaringan yang dimiliki oleh kedua perusahaan yang bergabung, mulai dari backbone hingga last mile. Ke depan, sinergi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perusahaan yang lebih cepat dan luas dengan potensi yang semakin besar.

"Penggabungan ini akan menjadikan PT Ekamas Mora Republik Tbk entitas yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi, sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, negara, dan pemegang saham,” ujar dia.

Calon Komisaris Utama dan Independen PT Ekamas Mora Republik Tbk Arsjad Rasjid menuturkan, momentum ini menandai fase penting dalam penguatan struktur dan arah jangka panjang perusahaan, khususnya dalam memastikan fondasi tata kelola yang semakin solid seiring dengan pertumbuhan bisnis.

"Dewan Komisaris akan menjalankan fungsi pengawasan secara disiplin untuk memastikan proses integrasi berjalan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas, sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha dan penciptaan nilai jangka panjang,” ujar dia.

Ia mengatakan, dengan fondasi tersebut, perusahaan diharapkan dapat berperan lebih signifikan dalam mendorong pemerataan ekosistem digital serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia.

 

 

Kekuatan Jaringan

Dengan penggabungan ini, kedua perusahaan akan bersinergi untuk menghadirkan kekuatan jaringan yang saling melengkapi. Moratelindo merupakan Penyedia Akses Jaringan (NAP) dan Penyedia Layanan Internet (ISP) yang berpengalaman sejak 2000, sekaligus salah satu penyedia jaringan tulang punggung telekomunikasi (Fiber Optic Backbone) terbesar di Indonesia.

Per September 2025, Moratelindo memiliki total panjang kabel serat optik sebesar lebih dari 57 ribu km dan 6 data center berkapasitas 3,3 megawatt, dengan lebih dari 16,8 ribu pelanggan enterprise, hampir 1 juta total homepass, dan lebih dari 296 ribu jumlah pelanggan ritel.

Sementara itu, MyRepublic Indonesia, entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (BEI: DSSA), merupakan penyedia jaringan fiber to the home (FTTH) terdepan di Indonesia. Per September 2025, MyRepublic Indonesia melayani lebih dari 1,52 juta pelanggan ritel dengan layanan internet cepat hingga 1 Gbps, dan memiliki 58 ribu km kabel serat optik dengan lebih dari 8,7 juta homepass.