ESSA Kantongi Pendapatan USD 295,01 Juta pada 2025, Turun 2,1%

PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatat penurunan pendapatan dan laba pada 2025.

Diterbitkan 07 Maret 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatat kinerja keuangan lesu sepanjang 2025. Perseroan membukukan penurunan pendapatan dan laba pada 2025 imbas realisasi harga penjualan yang lebih rendah.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (7/3/2026), PT Essa Industries Indonesia Tbk mencatat pendapatan USD 295,01 juta pada 2025. Pendapatan perseroan turun 2,11% dari periode sama tahun sebelumnya USD 301,40 juta.

Penurunan pendapatan itu meski harga LPG dan amonikal masing-masing lebih rendah 8% dan 3,5% YoY. Perseroan menilai, pendapatan relatif terjaga, didukung peningkatan volume pengiriman amoniak sebesar 3%.

Seiring penurunan pendapatan,  laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 10,82% menjadi USD 40,29 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 45,18 juta. Perseroan menyatakan, penurunan laba terutama dipengaruhi oleh realisasi harga penjualan yang lebih rendah

Beban pokok pendapatan naik 1,4% menjadi USD 196,15 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 193,36 juta. Laba kotor turun 8,49% menjadi USD 98,86 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 108,04 juta.

Perseroan mencatat penurunan beban penjualan menjadi USD 348.006 pada 2025 dari 2024 sebesar USD 426.297. Beban umum dan administrasi naik menjadi USD 27,73 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 25.60 juta. Penghasilan keuangan turun menjadi USD 3,51 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 4,69 juta.

Perseroan mencatat laba sebelum pajak penghasilan turun 7,93% menjadi USD 70,60 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 76,69 juta.

Ekuitas perseroan naik 5,3% menjadi USD 583,64 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 553,87 juta. Liabilitas perseroan susut 54,99% menjadi USD 62,91 juta dibandingkan periode sama tahun sebelumnya USD 139,79 juta.  Aset perseroan merosot 6,7% menjadi USD 646,55 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 693,67 juta. Perseroan kantongi kas dan setara kas USD 125,76 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 157,47 juta.

Tebar Dividen

Sebelumnya, PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), perusahaan bergerak di sektor eneri dan kimia melalui LPG dan pabrik amoniak akan membagikan dividen Rp 10 per saham. Nilai pembagian dividen itu sebesar Rp 172,26 miliar, dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Perseroan menyatakan keputusan pembagian dividen tersebut didukung oleh upaya deleveraging yang signifikan dan posisi kas ESSA sebesar USD 63 juta atau sekitar Rp 1,05 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.811).

“Pembagian dividen ini menegaskan kembali komitmen kami untuk terus memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujar Presiden Direktur dan CEO ESSA, Kanishk Laroya dalam keterangan resmi, ditulis Kamis (17/4/2025).

Ia mengatakan, kombinasi antara peningkatan margin dan langkah deleveraging yang signifikan telah memungkinkan Perseroan untuk membagikan imbal hasil yang lebih tinggi kepada Pemegang Saham dalam bentuk dividen yang lebih besar untuk 2024.

“Sembari terus menjaga operasi yang stabil dan efisien, kami juga memulai rencana pertumbuhan sejalan dengan upaya ESSA untuk menjadi pelaku utama dalam transisi menuju keberlanjutan,” kata Laroya.

Perseroan berupaya besar dalam mentransformasi pabrik amoniak kami menjadi pabrik rendah karbon, dengan target penyerapan karbon sekitar 1 juta ton CO2 per tahun yang akan dimulai pada kuartal IV 2028.

“Selain itu, kami baru saja mengumumkan proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF) terbaru kami melalui anak perusahaan PT ESSA SAF Makmur (ESM),” ujar dia.

Adapun ESM akan membangun fasilitas manufaktur greenfield berteknologi tinggi di Jawa Tengah untuk memproduksi hingga ±200.000 metrik ton SAF per tahun, dengan target operasi komersial pada kuartal I 2028.