IHSG Anjlok 4,57%, Sentimen Geopolitik Timur Tengah dan Fitch Tekan Pasar

IHSG anjlok 4,57% ke 7.577 dipicu eskalasi konflik Timur Tengah dan outlook kredit Indonesia yang dipangkas Fitch.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 18:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu sore. Pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen global, mulai dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah hingga revisi outlook kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.

IHSG ditutup turun 362,70 poin atau 4,57 persen ke level 7.577,06. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga terkoreksi 33,14 poin atau 4,11 persen ke posisi 772,44.

Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menjelaskan tekanan pada pasar saham domestik dipicu dua sentimen utama, yakni konflik geopolitik di Timur Tengah serta perubahan outlook kredit Indonesia oleh Fitch Ratings.

“Kombinasi eskalasi geopolitik Timur Tengah dan pemangkasan outlook kredit Indonesia oleh Fitch Ratings menjadi negatif," ujar Wafi dikutip dari Antara, Rabu (4/3/2026).

Fitch sebelumnya merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat kredit di level BBB atau investment grade.

Menurut Fitch, sentralisasi pengambilan kebijakan yang semakin kuat berpotensi mempengaruhi prospek fiskal jangka menengah Indonesia, sentimen investor, serta ketahanan eksternal.

Wafi menilai sentimen tersebut memicu arus keluar modal asing dari pasar domestik.

"Asing capital outflow. Pendorong utamanya adalah sentimen risk-off global dan hilangnya kepercayaan pada stabilitas fiskal domestik," ujar Wafi.

 

Outlook Fitch Picu Kekhawatiran Investor

Menurut Wafi, revisi outlook oleh Fitch semakin memperburuk sentimen pasar setelah sebelumnya muncul peringatan dari lembaga pemeringkat lain, S&P Global Ratings.

"Dampaknya adalah lonjakan biaya dana negara, pelemahan nilai tukar rupiah, dan aksi jual agresif investor asing pada sektor perbankan big caps," ujar Wafi.

Di tengah kondisi tersebut, pasar saham global juga tertekan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Kekhawatiran utama datang dari potensi gangguan rantai pasok global, khususnya pasokan energi, setelah Iran disebut menutup jalur strategis Selat Hormuz.

Jika pasokan minyak terganggu, harga energi dunia berpotensi melonjak dan memicu inflasi global.

Situasi ini dapat mendorong bank sentral di berbagai negara mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama dari perkiraan.

Dalam kondisi ketidakpastian tersebut, investor global cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Aset safe haven seperti emas dan dolar Amerika Serikat menjadi tujuan utama, sementara pasar saham di negara berkembang, termasuk Indonesia, ditinggalkan investor.

 

Semua Sektor Saham Melemah

Sepanjang perdagangan Rabu, IHSG sebenarnya sudah dibuka di zona merah dan terus bertahan di area negatif hingga penutupan sesi pertama. Tekanan jual berlanjut pada sesi kedua hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor saham tercatat mengalami koreksi.

Sektor barang baku menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 7,39 persen, disusul sektor transportasi dan logistik yang turun 7,08 persen, serta sektor barang konsumen non primer yang melemah 6,35 persen.

Meski demikian, beberapa saham masih mencatat penguatan, di antaranya IFSH, SOTS, ITMA, GRPM, dan INPS.

Sebaliknya, saham yang mengalami pelemahan terbesar antara lain ICON, MPOW, BUVA, MDIA, dan LEAD.

Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 3,30 juta transaksi dengan volume 53,61 miliar saham senilai Rp29,72 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 54 saham naik, 734 saham turun, dan 33 saham stagnan.

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Penutupan IHSG
  • Geopolitik
  • Fitch
  • Trending Terkini