Saham Amman Mineral Menghijau, Cek Rekomendasi Sahamnya

Sempat melemah pada awal sesi perdagangan, harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berbalik arah melemah.

Diterbitkan 20 Februari 2026, 12:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berbalik arah menghijau hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama, Jumat (20/2/2026). Kenaikan harga saham AMMN terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah.

Mengutip data RTI, harga saham AMMN ditutup naik 0,65% ke posisi Rp 7.725 per saham. Saham AMMN dibuka naik 25 poin ke posisi Rp 7.700 per saham. Harga saham AMMN berada di level tertinggi Rp 7.800 dan terendah Rp 7.625 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.922 kali dengan volume perdagangan 472.909 saham. Nilai transaksi Rp 347,4 miliar.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham AMMN susut 0,64% selama lima hari terakhir. Sepanjang 2025, harga saham AMMN naik 6,92%.

Sementara itu, IHSG turun tipis 0,16% ke posisi 8.261,15. Indeks saham LQ45 bergerak di zona merah ke posisi 834,27. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.328,42 dan level terendah 8.236,75. Sebanyak 402 saham melemah sehingga bebani IHSG. 252 saham menguat dan 161 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.680.612 kali dengan volume perdagangan 25,8 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 11,3 triliun.

Adapun pada Jumat pekan ini, saham AMMN juga masuk rekomendasi PT MNC Sekuritas. Berikut rekomendasi saham AMMN dari MNC Sekuritas:

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Buy on Weakness

Saham AMMN menguat 1,99% ke 7.675 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas cluster MA20 dan MA200.

"Selama masih mampu berada di atas 7.300 sebagai stoplossnya, maka posisi AMMN diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 7.450-7.625

Target Price: 7.875, 8.050

Stoploss: below 7.300

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Transaksi Saham AMMN Sentuh Rp 4,6 Triliun di Pasar Negosiasi

Sebelumnya, transaksi harian saham signifikan pada perdagangan saham Senin, (8/12/2025). Hal itu seiring lonjakan transaksi saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di pasar negosiasi. Selain itu, harga saham AMMN melonjak di pasar negosiasi.

Mengutip data RTI, transaksi harian saham AMMN mencapai Rp 4,6 triliun di pasar negosiasi. Harga saham AMMN ditutup naik 18,90 persen ke posisi Rp 7.669 per saham dengan frekuensi perdagangan satu kali. Volume perdagangan saham 6 juta saham. Harga saham AMMN tercatat di level tertinggi dan terendah Rp 7.699 per saham di pasar negosiasi.

Sementara itu, di pasar regular, harga saham AMMN merosot 2,7% ke posisi Rp 6.300 per saham. Harga saham AMMN dibuka stagnan di posisi Rp 6.475 per saham. Saham AMMN berada di level tertinggi Rp 6.500 dan level terendah Rp 6.275 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.431 kali dengan volume perdagangan saham 6.337.254 saham. Nilai transaksi Rp 4,8 triliun.

Di sisi lain, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin, 8 Desember 2025.

IHSG hari ini ditutup melompat 0,90% ke posisi 8.710,69. Indeks saham LQ45 bertambah 0,92% ke posisi 855,07. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, IHSG menyentuh all time high (ATH) didukung oleh berbagai sentimen di berbagai emiten.

Di dalam negeri, Nico menuturkan, prospek ekonomi domestik tetap stabil, tetapi berhati-hati, dengan momentum jangka pendek bergantung terhadap dukungan fiskal untuk menangani kerusakan parah akibat bencana alam di wilayah Sumatera, yang terburuk dalam lebih dari satu dekade.

"Di sisi lain, para pelaku pasar menantikan rilis survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bulan November 2025, dan penjualan ritel Oktober 2025 dalam beberapa hari ke depan,” ujar dia dikutip dari Antara.

 

 

Sentimen IHSG Lainnya

Dari mancanegara, pelaku pasar memusatkan perhatiannya terhadap pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 9-10 Desember 2025 pekan ini untuk mencermati arah kebijakan moneter The Fed.

Menurut CME FedWatch, ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed menguat dengan peluang penurunan 86,2 persen. Dot plot terbaru akan menjadi perhatian utama karena menjadi dasar investor membaca arah suku bunga dan likuiditas global.

Di sisi lain, pelaku pasar bersikap waspada menjelang rilis data ekonomi penting dari mitra dagang utama yaitu China, termasuk data perdagangan Desember 2025 serta Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) pada pekan ini.

"Pelaku pasar juga semakin gelisah menjelang kemungkinan pertemuan Politburo dan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan di China, karena mereka mencari panduan terkait arah kebijakan tahun 2026," ujar Nico.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.720,09 dan level terendah 8.642,06. Sebanyak 385 saham menguat sehingga angkat IHSG. 265 saham melemah dan 153 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.911.248 kali dengan volume perdagangan saham 57,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.670