Heboh Surat MSCI Diabaikan, Ini Kata Bos BEI

Pjs Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik angkat bicara mengenai kabar surat dari MSCI yang tidak diberikan tanggapan.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 10:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memberikan penjelasan terkait kabar adanya surat dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang disebut tidak mendapat tanggapan hingga memicu kemarahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan pihaknya tidak mengetahui adanya surat dari MSCI tersebut, khususnya jika surat ditujukan langsung kepada pemerintah.

"Kalau kepada pemerintah kami tidak tahu," kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, ditulis Kamis (12/2/2026).

Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan terdapat empat surat dari MSCI yang tidak digubris.

Jeffrey menyampaikan, hingga saat ini BEI maupun otoritas pasar modal tidak pernah menerima surat resmi dari MSCI sebagaimana yang ramai diberitakan.

"Ke regulator, ke kami, tidak ada surat. Kami mengikuti juga dari publikasi yang disampaikan kepada publik. Kalau surat kepada pemerintah tentu kami tidak mengetahui," ujar Jeffrey.

Fokus pada Respons dan Perbaikan Internal

Jeffrey menilai polemik mengenai ada atau tidaknya surat bukanlah isu utama yang perlu diperdebatkan. Baginya, yang lebih penting adalah langkah konkret yang harus segera dilakukan untuk memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima arahan internal yang jelas untuk bergerak cepat. Sebagai pejabat yang baru menjabat, ia bersama jajaran BEI berupaya menyiapkan berbagai langkah responsif dalam waktu singkat.

"Tapi persoalannya menurut saya bukan disitu. Tapi tadi arahan dari Pak Hasyim sangat clear. Kami yang baru menjabat ini harus melakukan sesuatu sesegera mungkin dan itu sedang kami lakukan," ujarnya.

 

Pertemuan Lanjutan dengan MSCI

Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggelar pertemuan lanjutan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pasar modal domestik.  Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya pada 2 Februari yang kemudian disusul pengiriman dokumen teknis pada 5 Februari.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa pertemuan terbaru berlangsung dengan suasana positif dan konstruktif. Dialog antara kedua pihak disebut terus menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu.

"Kami ingin menyampaikan update terkait dengan pertemuan kami dengan MSCI barusan. Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya bahwa hari ini menindaklanjuti pertemuan dengan MSCI terkait di tanggal 2 Februari yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman dokumen teknis tanggal 5 Februari,” ujar Jeffrey usai pertemuan terbaru dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), di BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).