IHSG Berpeluang Naik ke 6.512, Cek Rekomendasi Saham Analis 20 Agustus 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 6.296-6.763. Berikut strategi rekomendasi saham pada Kamis, (20/8/2026).

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Kamis, (20/8/2026). IHSG hari ini berpeluang melesat ke 6.512-6.544. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,86% ke 6.394 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun sudah menutup area gap-nya pada perdagangan saham Rabu, 19 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case (hitam), posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave ©dari wave [iv]. Herditya menuturkan, hal itu berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.512-6.544.

"Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 6.056-6.230 untuk membentuk wave (b),” ujar Herditya dalam catatannya.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.296,6.201 dan level resistance 6.599,6.763 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.320-6.460.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Elnusa Tbk (ELSA).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Astra International Tbk (ASII) - Buy on Weakness

Saham ASII melanjutkan koreksinya sebesar 1,25% ke 4.730 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Saat ini, posisi ASII diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 4.560-4.710

Target Price: 4.920, 5.150

Stoploss: below 4.500

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

2.PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Trading Buy

Saham ENRG menguat 2,37% ke 1.295 dan munculnya volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan oleh MA60. “Kami memperkirakan, posisi ENRG saat ini berada di awal wave (C) dari wave [B],” tutur Herditya.

Trading Buy: 1.240-1.280

Target Price: 1.360, 1.465

Stoploss: below 1.220

 

3.PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) - Buy on Weakness

Saham ICBP menguat 0,66% ke 7.675 dan didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA200. “Kami memperkirakan, posisi ICBP saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C,” tutur dia.

Buy on Weakness: 7.625-7.675

Target Price: 7.975, 8.275

Stoploss: below 7.550

 

4.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Buy on Weakness

Saham MEDC menguat 6,34% ke 1.425 dan disertai oleh adanya peningkatan volume pembelian, tetapi penguatan MEDC masih tertahan MA200. “Saat ini, posisi MEDC diperkirakan berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” kata dia.

Buy on Weakness: 1.365-1.410

Target Price: 1.485, 1.555

Stoploss: below 1.320

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 19 Agustus 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (19/8/2026). Bahkan IHSG meninggalkan posisi 6.400. Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang memerah dan usai pengumuman suku bunga acuan atau BI Rate.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,86% ke 6.394,12. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,56% menjadi 627,46. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup melemah  0,86% dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun sudah menutup area gap yang terbentuk kemarin.

"Pergerakan IHSG masih cenderung inline dengan analisis yang kami rilis tadi pagi dan juga sejalan dengan pergerakan bursa global dan mayoritas bursa Asia. Kami perkirakan, koreksi IHSG ini terjadi di tengah keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75%,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menuturkan,  sentimen IHSG juga dipengaruhi penguatan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Investor juga masih mencermati akan perkembangan Timur Tengah yang kembali memanas dan membuat harga minyak dunia menguat,” kata dia.

 

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.490,91 dan level terendah 6.373,81. Sebanyak 363 saham melemah sehingga bebani IHSG. 238 saham menguat dan 188 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.202.048 kali dengan volume perdagangan saham 36 miliar saham. Nilai transaksi harian saham masih di bawah Rp 15 triliun. Transaksi harian saham hanya Rp 14,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.837.

Koreksi IHSG ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham properti naik 0,39% dan sektor saham infrastruktur menguat 0,43%. Sektor saham basic turun 1,21%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer siklikal tergelincir 1,05% dan sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,96%.

Lalu sektor saham energi merosot 0,71%, sektor saham industri merosot 0,79%. Selain itu, sektor saham kesehatan terpangkas 0,76%, sektor saham keuangan terperosok 0,52%, sektor saham teknologi melemah 0,62% dan sektor saham transportasi terpangkas 0,20%.