Bongkar Trik Bisnis Chatime Ubah Boba Musiman Jadi Raksasa Global

Sempat dianggap tren musiman, Chatime sukses rajai pasar boba dunia berkat taktik ekspansi sistematis dan inovasi menu yang relevan.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri minuman cepat saji (quick-service restaurant) dan bubble tea memang makin padat kompetitor. Namun, Chatime berhasil membuktikan bahwa teh bisa disulap jadi fenomena budaya global. Merek ternama asal Taiwan di bawah naungan La Kaffa International ini menunjukkan bahwa kunci sukses mereka tak sekadar datang dari beragam pilihan rasa.

Berawal dari gerai teh sederhana di Taiwan pada tahun 2005, Chatime bertransformasi menjadi salah satu pelopor yang membawa budaya bubble tea ke panggung internasional. Melalui pendekatan kemitraan waralaba yang terstruktur, fleksibilitas adaptasi produk, serta strategi rebranding yang relevan dengan Gen Z, Chatime membuktikan bahwa inovasi dan pemahaman mendalam terhadap pengalaman konsumen mampu menjaga relevansi merek di pasar global yang kian padat.

Dilansir dari CommonWealth Magazine, Kamis (20/8/2026), kunci keberhasilan Chatime mendominasi pasar internasional berakar dari keberanian dan kedisiplinan organisasi La Kaffa International Co., Ltd., yang merupakan perusahaan pemegang hak merek global Chatime, dalam berekspansi.

Ketika sebagian besar merek bubble tea Taiwan pada awalnya merambah pasar luar negeri secara acak dengan mengandalkan komunitas imigran, La Kaffa menjadi jaringan waralaba minuman Taiwan pertama yang mengeksekusi ekspansi secara sistematis dan terorganisasi.

Langkah strategis diambil La Kaffa pada tahun 2015 dengan melantai di bursa saham (go public). Keputusan ini bukan sekadar untuk menghimpun modal, melainkan demi membangun kredibilitas dan menarik tim manajemen serta mitra distributor kelas dunia. Pendiri La Kaffa, Henry Wang, menerapkan prinsip dasar untuk selalu berempati pada posisi distributor.

Kantor pusat tidak hanya menjual lisensi, tetapi juga mengirimkan tenaga ahli pemasaran dan keuangan ke negara tujuan, memangkas royalti saat krisis pandemi, hingga menyuntikkan investasi modal dengan membeli saham distributor lokal, seperti yang dilakukan pada mitra Australia (Infinite Plus) dan Kanada (Kevito), guna menjamin komitmen bisnis jangka panjang.

Evolusi Identitas dan Relevansi Merek untuk Generasi Muda

Dikutip dari Restaurant Business, pertumbuhan pasar bubble tea yang diproyeksikan melonjak dari US$ 2,46 miliar pada tahun 2023 menjadi US$ 4,78 miliar pada tahun 2032 membawa persaingan ketat dari pendatang baru maupun kategori minuman berkafein lainnya. Menjawab tantangan tersebut, Chatime melakukan transformasi merek secara menyeluruh melalui pilar utama bertajuk 'Cups of Joy'. 

Rebranding ini menyegarkan seluruh elemen visual, mulai dari logo modern, desain gerai yang lebih hidup, hingga kemasan interaktif yang disesuaikan dengan preferensi Gen Z sebagai basis konsumen dengan pertumbuhan tercepat.

Riset global dari Nielsen menunjukkan bahwa alasan utama konsumen membeli bubble tea pascapandemi bukan lagi sekadar memuaskan dahaga, melainkan untuk memberikan penghargaan pada diri sendiri (self-indulgence), menikmati waktu santai, dan mengisi energi. Komitmen Chatime melalui tagline 'To celebrate a different world, together' juga menekankan nilai inklusivitas, kreativitas, dan ruang komunitas yang sangat dihargai oleh generasi muda.

Inovasi Menu dan Strategi Pengalaman Konsumen

Dilansir dari QSR Magazine, daya tarik utama Chatime di pasar internasional juga ditopang oleh keberanian mengeksekusi inovasi produk yang memicu percakapan (buzz-worthy) di media sosial. Selain mempertahankan menu klasik seperti pearl milk tea dan teh buah, Chatime secara konsisten merilis varian rasa lokal yang unik serta kolaborasi kreatif. 

Salah satu contohnya adalah peluncuran menu eksperimental seperti Corn Smoothie, yang memadukan cita rasa gurih dan manis puree jagung dengan cheese mousse, yang sukses mencuri perhatian media tradisional dan viral di platform digital.

Dengan memadukan operational excellence, fleksibilitas kemitraan waralaba di puluhan negara, serta kejelian membaca pergeseran perilaku konsumen, Chatime berhasil mengubah bubble tea dari sekadar tren musiman menjadi gaya hidup harian yang berkelanjutan di seluruh dunia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6