Emiten AVIA Kantongi Dividen Interim Anak Usaha Rp 99,9 Miliar

PT Avia Avian Tbk (AVIA) juga mengumumkan kinerja keuangan semester I 2026. Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan 18,18% dan laba 20,58%.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 11:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Avia Avian Tbk (AVIA) mendapatkan dividen dari anak usaha perseroan yakni PT Tirtakencana Tatawarna pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Avia Avian mendapatkan dividen interim dari Tirtakencana Tatawarna sebesar Rp 99,99 miliar. Adapun pendapatan dividen interim dari PT Tirtakencana Tatawarna, perusahaan yang sahamnya dimiliki 99,9999% oleh perseroan.

Perseroan menyatakan tidak terdapat dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau keberlangsungan usaha perseroan.

Di sisi lain, perseroan juga mengumumkan kinerja keuangan semester I 2026. PT Avia Avian Tbk mencatat pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga semester I 2026.

PT Avia Avian Tbk meraup penjualan Rp 4,59 miliar hingga Juni 2026. Penjualan tersebut naik 18,18% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,88 triliun.

Perseroan menyatakan, pertumbuhan pendapatan itu ditopang kinerja positif di seluruh lini usaha. Segmen Solusi Arsitektur naik 18,8%. Sementara itu, segmen barang dagang meningkat 15,8%. Pada saat yang sama, volume penjualan solusi arsitektur tumbuh 8,6%. Perseroan menyebutkan, hal itu mencerminkan permintaan yang tetap kuat sekaligus perseroan memperluas penetrasi pasar dan memperkuat posisi kompetitifnya.

Sementara itu, beban pokok penjualan bertambah 13,36% menjadi Rp 2,50 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,21 triliun.Seiring hal itu laba bruto naik 24,54% menjadi Rp 2,08 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,67 triliun.

Beban usaha naik 15,40% menjadi Rp 934,92 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 810,14 miliar. Seiring hal itu laba usaha naik 33,12% menjadi Rp 1,14 triliun. Pada semester I 2025, perseroan meraup laba usaha Rp 863,69 miliar.

 

Pertumbuhan Laba

Laba sebelum beban pajak penghasilan naik 24,09% menjadi Rp 1,23 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 997,58 miliar.

Perseroan meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 20,58% menjadi Rp 938,41 miliar hingga 30 Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 778,19 miliar. Laba per saham dasar dan dilusi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 15,87 hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,87.

Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 9,61 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 9,54 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 1,68 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 1,54 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp 11,29 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 11,08 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,44 triliun hingga 30 Juni 2026 dari 31 Desember 2025 sebesar Rp 1,65 triliun.