Tunggal Jaya Investama Beli 8,68 Juta Saham IMPC

PT Tunggal Jaya Investama kini memiliki 38,49% saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yakni PT Tunggal Jaya Semesta kembali meningkatkan saham IMPC. Aksi pembelian saham IMPC dilakukan pada akhir September dan awal Oktober 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (4/10/2026), Tunggal Jaya Investama membeli saham IMPC secara bertahap pada 29-30 September, dan 1 Oktober 2026. Tunggal Jaya Investama membeli 1.714.700 saham IMPC dengan harga Rp 1.384 per saham pada 29 Oktober 2026. Dengan demikian, nilai pembelian saham mencapai Rp 2,37 miliar.

Selanjutnya, Tunggal Jaya Investama membeli 300.000 saham IMPC dengan harga Rp 1.410 per saham. Nilai transaksi pembelian saham IMPC mencapai Rp 423 juta pada 30 September 2026. Aksi pembelian saham IMPC berlanjut pada 1 Oktober 2026. Tunggal Jaya Investama membeli 6.669.300 saham IMPC dengan harga Rp 1.412 per saham. Nilai pembelian saham IMPC mencapai Rp 9,4 miliar.

Seiring aksi beli saham IMPC itu, total pembelian saham mencapai 868.400 dengan nilai Rp 12,2 miliar.

Setelah aksi beli, Tunggal Jaya Investama kini memiliki 21.136.384.094 saham IMPC atau setara 38,49%. Sebelumnya, Tunggal Jaya Investama mengenggam 21.127.700.094 saham IMPC atau 38,48%.

Harga saham IMPC turun 1,47% menjadi Rp 1.340 per saham pada Jumat, 2 Oktober 2026, berdasarkan data BEI. Harga saham IMPC dibuka naik lima poin menjadi Rp 1.365 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.360. Saham IMPC berada di level tertinggi Rp 1.380 dan terendah Rp 1.330 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.232 kali dengan volume perdagangan saham 71.917 saham. Nilai transaksi Rp 9,7 miliar.

Kinerja IHSG Sepekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan saham 28 September 2026-2 Oktober 2026. Koreksi IHSG sepekan terjadi tengah aksi jual saham signifikan oleh investor asing.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (3/10/2026, IHSG merosot 3,28% ke posisi 6.036,88. Pada pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.277,89 dan level terendah 5.973,16.

Sementara itu, rata-rata volume perdagangan saham naik 72,51% menjadi 50,36 miliar saham dari pekan lalu 29,19 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian naik 5,4% menjadi Rp 12,62 triliun dari pekan lalu Rp 11,97 triliun. Sementara itu, total frekuensi perdagangan susut 7,54% menjadi 1,68 juta kali transaksi dari 1,81 juta kali transaksi.

Seluruh sektor saham tertekan pada pekan ini sehingga membebani IHSG. Sektor saham teknologi merosot 12,45%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic materials melemah 5,29%, sektor saham consumer siklikal turun 4,82%, dan sektor saham infrastruktur melemah 4,31%.

Lalu disusul sektor saham properti dan real estates melemah 4%, sektor saham transportasi dan logistik terpangkas 3,94%. Sektor saham industri turun 2,19%, sektor saham keuangan tergelincir 1,56%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 1,53%, dan sektor saham perawatan kesehatan terpangkas 1,23%. Lalu sektor saham energi melemah 0,99%.