Emiten YUPI Tebar Dividen Interim 2026 Rp 145,38 Miliar

PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) akan membayar dividen interim pada September 2026. Berikut jadwal lengkapnya.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 19:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) akan membagikan dividen interim 2026 sebesar Rp 145,38 miliar. Dengan demikian, pemegang saham akan mendapatkan dividen interim Rp 17,01 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (20/8/2026), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk membagikan dividen interim sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 18 Agustus 2026.

Pembagian dividen interim itu juga mempertimbangkan data keuangan 30 Juni 2026 yakni laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 322,40 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 606,71 miliar, dan total ekuitas sebesar Rp 1,74 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 31 Agustus 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 1 September 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 2 September 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 3 September 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 2 September 2026, waktu: 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 10 September 2026

Berdasarkan data RTI, harga saham YUPI menguat 1,95% menjadi Rp 1.305 per saham. Saham YUPI dibuka stagnan di Rp 1.280 per saham. Harga saham YUPI berada di level tertinggi Rp 1.310 dan terendah Rp 1.280 per saham. Total frekuensi perdagangan 28 kali dengan volume perdagangan saham 77 juta saham. Nilai transaksi Rp 9,9 juta.

Emiten YUPI Raup Pendapatan Rp 2,93 Triliun pada 2025

Sebelumnya, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) mencatat pendapatan dan laba kompak turun tipis pada 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3/2026), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk meraup pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp 2,93 triliun pada 2025. Pendapatan perseroan turun 3,5% dari 2024 sebesar Rp 3,04 triliun.

Beban pokok penjualan perseroan merosot 4,3% menjadi Rp 1,92 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,01 triliun. Seiring hal itu, laba bruto perseroan turun tipis 1,8% dari Rp 1,02 triliun pada 2024 menjadi Rp 1 triliun pada 2025.

Perseroan mencatat beban penjualan turun menjadi Rp 128,45 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 186,24 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 121,86 miliar dari 2024 sebesar Rp 111,06 miliar. Pendapatan usaha lainnya turun menjadi Rp 12,93 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 45,60 miliar. Beban usaha lainnya merosot menjadi Rp 1,79 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,32 miliar.

 

Aset Perseroan

Perseroan mencatat laba usaha turun 0,38% menjadi Rp 768,5 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 771,52 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan susut 1,6% menjadi Rp 783,84 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 797,23 miliar.

Dengan demikian, perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 2,53% menjadi Rp 613,13 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 629,10 miliar.

Ekuitas perseroan merosot 30,5% menjadi Rp 1,55 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,24 triliun. Liabilitas naik 212,1% menjadi Rp 1,3 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 428,42 miliar.  Aset perseroan naik 8,3% menjadi Rp 2,89 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,67 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 867,77 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 579,32 miliar.

Â