Harapan Duta Pertiwi Masih Rugi, Manajemen Paparkan Jurus Dongkrak Saham HOPE

PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) berupaya menekan kerugian melalui efisiensi menyeluruh dan penguatan sinergi bisnis dengan Tambang Meranti Mulia Sejahtera.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 16:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Harapan Duta Pertiwi Tbk mengakui kinerja keuangan perseroan masih mencatatkan kerugian. Manajemen pun menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memperbaiki kinerja sekaligus membuka peluang menuju pertumbuhan pendapatan yang lebih berkelanjutan ke depan.

Direktur Utama PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, Kevin Jong, mengatakan bahwa kondisi rugi tersebut menjadi dasar bagi perseroan untuk terus melakukan efisiensi secara menyeluruh.

"Ya rugi sih, ya benar rugi. Makanya kita terus efisiensi sih udah pasti," kata Kevin dalam Public Expose Insidentil PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE), Senin (26/1/2026).

Menurutnya, pengendalian biaya menjadi langkah paling realistis yang dapat langsung dijalankan di tengah tantangan bisnis yang masih berlangsung.

Selain efisiensi, perseroan juga memfokuskan strategi pada penguatan bisnis yang dinilai paling dekat dan potensial, yakni melalui sinergi dengan Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS).

Kevin menilai, mengikuti dan menyesuaikan arah bisnis Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) dapat menjadi salah satu cara untuk memperbaiki kinerja perseroan dalam jangka menengah.

"Ya kan kemudian kita kan juga sama nih, kita bicara bahwa yang paling pasti kan ini kan TMMS nih kan, paling dekat nih. Jadi memang efisiensi dan kita ngikut lah, ngikut bisnis TMMS lah, itu salah satu yang juga istilahnya nih bisa memperbaiki kinerja perseroan," ujarnya.

 

Perkuat Hubungan dengan Pemasok

Lebih lanjut, kata Kevin, manajemen juga berupaya memperkuat hubungan dengan para pemasok. Negosiasi ulang dengan supplier dilakukan guna mendapatkan struktur biaya yang lebih kompetitif, sejalan dengan upaya perseroan menjaga arus kas dan menekan beban operasional.

Di sisi pemasaran, Harapan Duta Pertiwi berkomitmen menjaga dan mendorong jaringan pemasaran yang telah dimiliki agar mampu meningkatkan volume penjualan. Seluruh langkah tersebut dibarengi dengan disiplin pengeluaran atau “ikat pinggang” agar kinerja keuangan perseroan tetap terjaga.

"Ya, kemudian kita juga sama ya memperkuat hubungan sama pemasok, ya kan, nawar lah sama supplier lah istilahnya ya. Ya kan juga kita dorong ya link-link pemasaran yang kita punya juga kita akan tetap jaga dan kita dorong supaya bisa jualan lebih banyak. Dan kita ya ikat pinggang, jaga pengeluaran," ujarnya.

 

Sinergi Bisnis Tambang Dorong Optimisme Pertumbuhan Perseroan

Kevin Jong menjelaskan, salah satu faktor yang turut menopang sentimen positif pasar adalah penyertaan modal ke Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) yang dilakukan pada pertengahan tahun lalu. Kerja sama ini dinilai memberikan nilai tambah melalui sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan.

Dalam kerja sama tersebut, Harapan Duta Pertiwi berperan sebagai penyedia kebutuhan teknis, mulai dari truk, karoseri, hingga dukungan teknis operasional di lokasi tambang. Di sisi lain, Tambang Meranti Mulai Sejahtera merupakan kontraktor yang dipercaya oleh beberapa pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

"Jadi, mencerminkan beberapa hal merupakan kombinasi antara ekspektasi fundamental terhadap prospek pertumbuhan perseroan ke depan, potensi aksi korporasi juga ada, namun juga dapat disertai volatilitas ke depannya, ya perseroan memastikan bahwa semua rencana aksi korporasi dilakukan, kita akan tunduk pada ketentuan yang berlaku di pasar modal Indonesia, ya kita akan mematuhi pokoknya ikut bursa dan OJK," pungkasnya.