Potensi Inflow Saham Terbuka, Namun Obligasi Berisiko Tertekan

Praktisi Pasar Modal Hans Kwee memproyeksikan pasar saham Indonesia berpotensi mengalami capital inflow di tengah risiko outflow pada pasar obligasi.

Diterbitkan 24 Januari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Co-Founder PasarDana sekaligus Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee, menilai pasar saham Indonesia masih memiliki potensi capital inflow, meskipun terdapat risiko tekanan pada pasar obligasi.

Kekhawatiran investor asing terutama berkaitan dengan proyeksi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta implikasinya terhadap penerbitan surat utang pemerintah.

“Nah, ini potensi pasar saham ya. Potensi capital inflow di pasar saham. Tapi mungkin bisa outflow di obligasi kita,” ujar Hans dalam Edukasi Wartawan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait Arah IHSG di Tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Bubble AI, dikutip Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, apabila defisit APBN melebar, pemerintah akan menerbitkan obligasi dalam jumlah lebih besar, yang berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor tekanan bagi pasar obligasi domestik, di tengah yield yang sebelumnya berada di kisaran 6 persen dan berpeluang menyesuaikan ke level yang lebih tinggi.

Selain isu fiskal, Hans juga menyoroti kekhawatiran investor asing terhadap independensi bank sentral, menyusul pencalonan Thomas sebagai pejabat di Bank Indonesia. Meski demikian, ia meyakini independensi BI tetap akan terjaga.

“Tapi kami meyakini harusnya Pak Thomas ini bisa independen,” katanya.

 

Risiko Fiskal

Hans menambahkan, tekanan di pasar obligasi dipicu oleh spekulasi asing terkait risiko fiskal dan persepsi terhadap kebijakan moneter. Hal tersebut berdampak pada pelemahan harga obligasi dan kenaikan yield. Sementara itu, dari sisi pasar saham, volatilitas diperkirakan akan meningkat signifikan pada 2026.

Ia juga memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan potensi kenaikan dalam jangka menengah, meskipun disertai fluktuasi tajam akibat berbagai isu global dan domestik.

“Arah IHSG itu menuju 10.000, biarpun dengan bear case itu ke 7.500 dalam 12 bulan ke depan. Tapi, arahnya naik dengan volatilitas yang sangat tinggi,” jelas Hans.

 

Free Float MSCI

Di sisi lain, Hans mencermati rencana perubahan metode perhitungan free float oleh MSCI yang dinilai berpotensi menekan saham-saham berkapitalisasi besar. Namun, ia memperkirakan MSCI tidak akan mengubah mekanisme tersebut dalam pengumuman pada akhir Januari.

Terkait sektor, Hans menyebut saham big cap masih menarik, dengan sektor konsumer, energi, batu bara, serta komoditas emas dan pertambangan seperti nikel dan timah diperkirakan tetap mencatatkan kinerja positif.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Obligasi adalah surat pinjaman dengan bunga tertentu dari pemerintah yang dapat diperjualbelikan.
    obligasi
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Pengumuman MSCI pada 28 Januari 2026 mengenai pembekuan sementara proses rebalancing indeks Indonesia menjadi pemicu utama anjloknya IHSG.
    Dampak Msci Terhadap Ihsg
  • PasarDana
  • Capital Inflow