Kimia Farma Kantongi Pinjaman Pemegang Saham Rp 846 Miliar

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) resmi mendapatkan fasilitas pinjaman pemegang saham (Shareholder Loan) sebesar Rp 846 miliar dari induk usahanya, PT Bio Farma (Perser

Diterbitkan 06 Januari 2026, 12:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memperoleh fasilitas Pinjaman Pemegang Saham atau Shareholder Loan (SHL) senilai Rp 846 miliar dari entitas induknya, PT Bio Farma (Persero). Transaksi ini dilakukan dalam rangka mendukung restrukturisasi perusahaan serta menjaga keberlangsungan usaha di tengah tantangan likuiditas dan kenaikan suku bunga pinjaman.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/1/2026), Manajemen Kimia Farma menjelaskan, dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, pelunasan kewajiban operasional, serta pembayaran utang usaha dan kewajiban regulasi yang berdampak langsung pada operasional inti, produksi, dan penjualan perseroan. Perjanjian pinjaman telah ditandatangani pada 31 Desember 2025.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2025, Kimia Farma mencatatkan ekuitas sebesar Rp 3,29 triliun. Nilai pinjaman Rp 846 miliar tersebut setara dengan sekitar 25,7% dari kekayaan bersih perseroan, sehingga dikategorikan sebagai transaksi material sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2020. Meski demikian, transaksi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

 

Jaminan Aset

Dalam transaksi ini, Kimia Farma memberikan jaminan maksimal sebesar Rp 775,2 miliar berupa aset tanah, bangunan, piutang, dan persediaan, atau setara dengan sekitar 120% dari nilai pinjaman tertentu yang diperhitungkan dalam struktur fasilitas.

Penilaian kewajaran transaksi dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dasa’at Yudistira dan Rekan, yang menyatakan bahwa transaksi pinjaman pemegang saham tersebut berada dalam kategori wajar.

Manajemen menilai, fasilitas pinjaman ini akan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan Kimia Farma karena memperkuat struktur modal kerja dan mendukung pelaksanaan strategi transformasi berkelanjutan.

 

Jadi Langkah Terbaik untuk Restrukturisasi

Strategi tersebut mencakup penguatan likuiditas, efisiensi operasional, digitalisasi proses bisnis, peningkatan tata kelola perusahaan, serta sinergi antar entitas dalam grup Holding BUMN Farmasi.

Direksi dan Dewan Komisaris Kimia Farma menegaskan bahwa seluruh informasi material terkait transaksi ini telah diungkapkan secara lengkap dan tidak menyesatkan, serta diyakini sebagai langkah terbaik bagi perseroan dan para pemegang saham.

Â