Private Placement, MDKA Lepas 2,4 Miliar Saham

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akan menggelar private placement, berikut rencana penggunaan dananya.

Diterbitkan 21 Juni 2026, 12:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akan menambah modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (21/6/2026), PT Merdeka Copper Gold Tbk akan menawarkan 2,44 miliar saham dalam rangka private placement. Jumlah saham itu maksimal 10% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 20 per saham.

Perseroan menggelar private placement seiring pengembangan kegiatan usaha dan upaya memiliki kesempatan untuk melaksanakan potensi ekspansi sehingga perlu memperkuat struktur permodalan.

Dana hasil private placemenat akan digunakan perseroan antara lain sebesar 30% untuk kebutuhan modal kerja perseroan dan grup perseroan. Selain itu, perseroan akan memakai dana private placement untuk belanja modal dan atau membeli saham, aset, penyertaan saham serta metode transaksi yang sesuai pada satu atau lebih perusahaan dengan industri yang sesuai dengan kegiatan usaha perseroan.

Setelah pelaksanaan private placement menjadi efektif, persentase kepemilikan saham dari pemegang saham perseroan saat ini akan mengalami dilusi maksimal 9,09%.

Terkait harga pelaksanaan peneritan saham baru dalam rangka private placement sesuai ketentuan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00045/BEI/03-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Harga pelaksanaan Saham Baru Perseroan tersebut paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham Perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham baru.

Untuk menggelar aksi korporasi ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Juni 2026.

MDKA Belum Ungkap Jumlah Maksimum HDR untuk Rencana Listing di Hong Kong

Sebelumnya, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (MDKA) menyatakan masih belum dapat mengungkap secara rinci jumlah maksimum Hong Kong Depositary Receipts (HDR) yang akan diterbitkan dalam rencana pencatatan di Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEX).

"Saat ini Perseroan belum dapat menyampaikan secara spesifik jumlah maksimum Hong Kong Depositary Receipts (HDR) yang dapat diterbitkan, baik dalam jumlah absolut terhadap total saham beredar," kata Sekretaris Perusahaan PT Merdeka Gold Resources Tbk Adi Adriansyah Sjoekri, dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Rabu (3/6/2026).

Adi mengatakan, sejumlah rincian teknis terkait penerbitan HDR masih belum dapat disampaikan kepada publik karena proses persiapan transaksi masih berlangsung.

"Selain itu, saat ini Perseroan juga belum dapat menyampaikan mekanisme pembatasan penambahan jumlah HDR di luar rencana awal, termasuk melalui mekanisme fungibility," ujarnya.

Disamping itu, Perseroan mengungkapkan hingga saat ini belum dapat menyampaikan secara spesifik jumlah maksimum HDR yang dapat diterbitkan, baik dalam nilai absolut maupun persentasenya terhadap total saham yang beredar.

Selain itu, MDKA juga belum memberikan rincian mengenai mekanisme yang akan membatasi penambahan jumlah HDR di luar rencana awal, termasuk kemungkinan melalui mekanisme fungibility atau konversi dua arah antara saham dan HDR.

"Perseroan menyampaikan bahwa saat ini Perseroan belum dapat menyampaikan secara spesifik pembatasan perdagangan maupun kepemilikan saham perseroan yang dialokasikan untuk pemenuhan HDR," jelasnya.

 

Pemegang Saham Kontributor HDR Masih Tahap Finalisasi

MDKA juga belum mengungkap pihak-pihak pemegang saham yang akan melepas sahamnya untuk dikonversi menjadi HDR. Perseroan menyebutkan bahwa identitas pemegang saham yang terlibat, besaran saham yang akan dikonversi, serta hubungan afiliasi mereka dengan Perseroan masih berada dalam tahap finalisasi komersial.

Menurut manajemen, komposisi tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan proses pelaksanaan transaksi hingga mendekati tahap implementasi. Oleh karena itu, Perseroan belum dapat memberikan rincian mengenai distribusi kepemilikan maupun porsi saham yang akan menjadi dasar penerbitan HDR di pasar Hong Kong.

"Perseroan menyampaikan bahwa pihak-pihak pemegang saham yang akan melepas sahamnya untuk dikonversi menjadi HDR, termasuk besaran kepemilikan masing-masing dan hubungan afiliasinya dengan Perseroan, masih dalam proses finalisasi komersial dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan proses pelaksanaan transaksi," ujarnya.

Â