Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Tim Debutan yang Bikin Spanyol dan Uruguay Terkejut

Tanjung Verde mencetak sejarah di Piala Dunia 2026. Tim debutan itu sukses menahan Spanyol dan Uruguay serta membuka peluang lolos ke babak gugur.

Diterbitkan 22 Juni 2026, 09:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanjung Verde menjadi salah satu cerita paling menarik di Piala Dunia 2026. Sebagai tim debutan, The Blue Shark mampu menghadapi dua negara besar dengan sejarah panjang di turnamen dunia.

Perjalanan Tanjung Verde sejauh ini menghadirkan kejutan yang sulit diprediksi. Mereka berhasil menahan imbang Spanyol dan Uruguay, dua tim yang pernah merasakan gelar juara Piala Dunia.

Tim kecil dari kepulauan Atlantik itu tidak datang hanya untuk berpartisipasi. Tanjung Verde menunjukkan keberanian, organisasi permainan, dan mental bertanding yang membuat mereka mampu bersaing di level tertinggi.

Hasil imbang 2-2 melawan Uruguay pada matchday kedua Grup H menjadi bukti terbaru kekuatan mereka. Kini, peluang Tanjung Verde untuk melangkah ke fase gugur terbuka lebar.

Tanjung Verde Ubah Status Debutan Menjadi Kejutan

Tanjung Verde mencatat salah satu kejutan terbesar dalam sejarah debut Piala Dunia. Mereka mampu menahan Spanyol pada laga pertama, meski La Roja memiliki peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi.

Hasil tersebut bukan sekadar keberuntungan. Tanjung Verde menunjukkan permainan berani dengan mencoba membangun serangan dan memberikan tekanan kepada lawan.

Performa serupa kembali terlihat saat menghadapi Uruguay. Tim asuhan Bubista tampil percaya diri dan mampu membuat juara dunia dua kali itu kesulitan sepanjang pertandingan.

Sejak awal laga, Tanjung Verde tidak memilih bertahan total. Mereka terus berusaha membawa bola ke depan dan membuat Uruguay harus bekerja keras menjaga pertahanan.

Gol pertama ke gawang Uruguay menjadi gambaran keberanian tersebut. Kevin Pina mencetak gol melalui tendangan bebas jarak jauh yang mengejutkan Fernando Muslera.

Peluang Lolos Fase Gugur Semakin Terbuka

Tanjung Verde, negara yang terdiri dari 10 pulau di Samudra Atlantik, memiliki populasi kurang dari 525 ribu jiwa. Meski kecil secara ukuran negara, mereka mampu memberikan perlawanan kepada tim-tim besar.

Hasil imbang melawan Uruguay membuat Tanjung Verde berada di posisi ketiga Grup H dengan dua poin. Mereka memiliki jumlah poin yang sama dengan Uruguay, tetapi kalah dalam perbedaan gol.

Format Piala Dunia 2026 memberikan peluang tambahan bagi tim peringkat ketiga terbaik. Delapan dari 12 tim peringkat ketiga akan lolos ke babak 32 besar.

Dengan kondisi tersebut, kemenangan atas Arab Saudi pada laga berikutnya bisa menjadi tiket penting bagi Tanjung Verde untuk melanjutkan perjalanan mereka. Cerita heroik tim debutan ini masih bisa berlanjut.

Tanjung Verde kini tidak lagi dipandang sebagai peserta kejutan. Mereka telah membuktikan bahwa keberanian dan kerja keras mampu membawa tim kecil berdiri sejajar dengan negara-negara besar.

Sumber: BBC Sport

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Babak Belur, Timnas Voli Indonesia Buka AVC Men's Cup 2026 dengan Kekalahan

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan