Raih Modal Kerja Rp 846 Miliar dari Danantara, Ini Target KAEF

Pendanaan senilai Rp846 miliar bersumber dari PT Danantara Asset Management yang disampaikan melalui dari PT Bio Farma (Persero) sebagai holding dari Kimia Farm

Diterbitkan 10 Januari 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tengah menjalankan Rencana Restrukturisasi Perusahaan (RRP) untuk mendukung stabilitas keuangan dan pertumbuhan bisnisnya. Salah satu strategi RRP yang dijalankan adalah dengan memperoleh alternatif modal kerja melalui Pinjaman Pemegang Saham atau Shareholder Loan (SHL) sebesar Rp846 miliar.

Dengan diperolehnya sumber pendanaan ini, maka Perseroan akan memenuhi operasional bisnis yang berdampak langsung terhadap produksi dan penjualan.

"Pendanaan senilai Rp846 miliar bersumber dari PT Danantara Asset Management yang disampaikan melalui dari PT Bio Farma (Persero) sebagai holding dari Kimia Farma," kata GM Corporate Secretary PT Kimia Farma Tbk, Ida Rasita, Sabtu (10/1/2026).

Selanjutnya, dana tersebut diberikan oleh Bio Farma kepada Kimia Farma melalui mekanisme pinjaman pemegang saham atau SHL setelah syarat dan ketentuan pencairan dapat dipenuhi oleh Perseroan.

Rencana penerimaan SHL tersebut telah memperoleh pendapat kewajaran dari pihak independen yang menerbitkan laporan pendapat kewajaran. Skema pendanaan tersebut dilaksanakan secara terstruktur dan telah disesuaikan dengan kebijakan pemegang saham, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

SHL ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan untuk menambah modal kerja dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan, sehingga ke depan diharapkan kinerja Perseroan dapat meningkat dan menjamin keberlangsungan usaha Perseroan.

 

Kimia Farma (KAEF) Pangkas Kerugian di Triwulan III 2025, Segini Nilainya

Sebelumnya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatat penurunan beban usaha sebesar 9,3% menjadi Rp 2,4 trilliun pada triwulan III/2025. Angka ini turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 2,6 trilliun.

KAEF mencatat penurunan HPP sebesar 4,9% yang berdampak pada peningkatan persentase laba kotor terhadap penjualan (gross margin) menjadi 34,9% lebih tinggi dibandingkan triwulan III/2024 yang sebesar 29,9%.

Alhasil, KAEF memangkas kerugian pada triwulan III/2025 sebesar Rp316,7 milliar menjadi Rp234,1 milliar dibandingkan dengan triwulan III/2024 sebesar Rp550,8 milliar.

Hal ini menjadi capaian penting yang menunjukkan bahwa perbaikan kinerja yang ditempuh Perseroan sudah berjalan dengan baik.

Langkah-langkah perbaikan fundamental perusahaan dan efisiensi Perseroan terus menunjukkan hasil.

Efisiensi yang dilakukan KAEF berdampak signifikan terhadap penurunan beban usaha dan penurunan Harga Pokok Penjualan (HPP) pada triwulan III/2025 dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2024.

”Strategi kami dalam melakukan perampingan jumlah SKU, mendorong penjualan bermargin tinggi, efisiensi opex, dan program digitalisasi sudah menunjukan hasil yang positif," ungkap Direktur Utama KAEF Djagad Prakasa Dwialam, Senin (3/11/2025).

Kimia Farma terus memperkuat posisinya sebagai pionir pengembangan stem cell (sel punca) dan turunannya. Perseroan bersama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo gencar mengembangkan layanan terapi stem cell hingga ke daerah.

 

Perluasan Kerja Sama

Saat ini perluasan kerjasama telah disepakati dengan tiga rumah sakit di wilayah pulau Jawa dan Sumatera yaitu RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dan RSUD Siti Fatimah Palembang.

Perluasan kerjasama ini bertujuan guna mempermudah jangkauan layanan dan mempercepat pemerataan akses kesehatan regeneratif. Bagi Perseroan, selain melakukan inisiatif efisiensi, kami juga mendorong pertumbuhan penjualan melalui pelayanan kesehatan yang inovatif, perluasan pelayanan dan peningkatan kualitas layanan di gerai retail Kimia Farma seperti di Apotek Kimia Farma, Klinik dan Laboratorium Kimia Farma.

Kimia Farma meyakini inovasi bisnis yang dilakukan akan terus dilanjutkan. Ini menjadi strategi Kimia Farma untuk menjadi perusahaan yang unggul dan kompetitif untuk menghadapi tantangan masa depan.