Jasamarga dan ADHI–NRC KSO Sepakati Pekerjaan Paket I Tol Patimban

Jalan tol akses Patimban menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk menghubungkan Jalan Tol Cikopo-Palimanan.

Diterbitkan 22 Desember 2025, 12:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasamarga Akses Patimban (PT JAP) bersama ADHI–NRC KSO menandatangani Surat Perjanjian Pekerjaan Jasa Konstruksi Jalan Tol Akses Patimban Paket I (Sta. 0+000–7+100). Penandatanganan perjanjian tersebut berlangsung di Hotel Laska, Subang, pada 18 Desember.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/12/2025), penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT JAP Victor Nazarenko Mahandre dan Rony Kusumanegara selaku kuasa dari ADHI–NRC KSO, dengan disaksikan jajaran manajemen PT JAP serta perwakilan ADHI–NRC KSO. Kegiatan ini juga dihadiri Dewan Komisaris PT JAP, yakni Komisaris Utama Truly Nawangsasi, Komisaris Hudaya Arryanto Sumadhija, dan Komisaris Lasarus Bambang S, serta perwakilan pemegang saham.

Jalan Tol Akses Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk menghubungkan Jalan Tol Cikopo–Palimanan di KM 89+475 dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Total panjang jalan tol ini mencapai 37,05 kilometer. Dari total tersebut, sepanjang 14,11 kilometer dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Akses Patimban, sementara 22,94 kilometer lainnya dikerjakan oleh pemerintah dan telah mulai dibangun sejak akhir 2023.

Setelah seluruh pembangunan fisik jalan tol rampung, pengoperasian dan pemeliharaan akan menjadi tanggung jawab BUJT PT Jasamarga Akses Patimban. Pekerjaan konstruksi yang dikelola BUJT terbagi menjadi dua paket, yakni Paket I sepanjang 7,10 kilometer dan Paket II sepanjang 7,01 kilometer.

Untuk Paket I, pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor ADHI–NRC KSO dan direncanakan mulai pada kuartal pertama 2026 dengan waktu pelaksanaan selama 16 bulan. Pada paket ini juga direncanakan pembangunan Simpang Susun Cipeundeuy yang terhubung dengan kawasan industri Subang Smartpolitan.

 

 

 

Nusa Raya Cipta Akan Jual Seluruh Saham Treasuri Mulai 1 Agustus 2025

Sebelumnya, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), perusahaan konstruksi nasional, mengumumkan rencana pengalihan seluruh saham hasil pembelian kembali (saham treasuri) sebanyak 24.836.500 lembar saham. Aksi ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Pasal 35 ayat (1) Peraturan OJK No. 29 Tahun 2023.

Pengalihan saham treasuri akan dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai anggota bursa yang bertindak sebagai pelaksana transaksi. 

Melansir keterbukaan informasi BEI, Rabu (30/7/2025), penjualan saham akan dimulai pada 1 Agustus 2025 dan akan berlangsung hingga seluruh saham berhasil dialihkan.

 

Hasil Buyback

Direksi menyebutkan saham yang akan dijual merupakan bagian dari program pembelian kembali saham tahun 2020, di mana perseroan membeli sahamnya pada harga rata-rata Rp297,44 per saham. 

Adapun total saham treasuri yang tersisa saat ini adalah 24.836.500 lembar, atau 100% dari total saham treasuri yang dimiliki perseroan.

Sebelumnya, NRCA telah mengalihkan sebagian saham treasuri hasil buyback tahun 2015 dan 2016 (batch 1a dan 1b) secara bertahap sejak Desember 2024 hingga Juli 2025. Dengan penjualan tersebut, NRCA telah melepas 54.343.500 saham ke pasar.

Pengalihan saham ini dilakukan melalui mekanisme perdagangan di bursa dan tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai ketentuan POJK No. 29/2023. Harga pengalihan akan mengikuti ketentuan yang diatur dalam regulasi tersebut.