Liputan6.com, Jakarta - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah yang mulai memperketat penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Presiden Direktur HMSP, Ivan Cahyadi menilai kebijakan tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan industri tembakau legal di Indonesia.
“Nah kami juga sangat mengapresiasi sih, makanya bahwa sekarang bisa terlihat pemerintah itu sangat serius,” ujarnya dalam Public Expose, Rabu (3/12/2025).
Ia menilai upaya pemerintah masih berada pada tahap awal, namun menjadi pondasi penting untuk perbaikan ekosistem industri. Selain meningkatkan kepatuhan, penertiban juga diharapkan dapat memberi ruang lebih luas bagi pelaku industri legal untuk berkembang.
Advertisement
“Pemerintah sangat serius untuk mengatasi hal-hal yang mengganggu perbaikan di industri ini. Hanya saja memang ini masih terlalu dini. Ini kan baru, istilahnya langkah awalnya baru dimulai,” katanya.
Kontribusi Sampoerna ke Negara
Lebih jauh, ia menyebutkan kontribusi Sampoerna bagi negara sangat signifikan, termasuk pembayaran pajak dan cukai yang tahun lalu mencapai sekitar Rp 85 triliun. Dengan perlindungan yang lebih kuat, kontribusi tersebut diyakini dapat terus meningkat.
Pihaknya juga menilai kondisi ekonomi yang mulai membaik dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 5% akan membantu pemulihan industri. Ia berharap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat hingga 6% atau bahkan 8% di tahun-tahun mendatang.
Selain itu, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai pada tahun depan turut diapresiasi. Kebijakan tersebut disebut memberi ruang bagi industri untuk menjaga stabilitas, berinovasi, dan mempertahankan investasi.
Dengan portofolio produk yang diklaim siap memenuhi kebutuhan konsumen dewasa, HMSP optimistis prospek industri akan membaik, tercermin dari perbaikan kinerja pada kuartal III tahun ini.
Bea Cukai Sita Rokok Ilegal 816 Juta Batang hingga September 2025
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248084/original/085492600_1749556947-WhatsApp_Image_2025-06-10_at_10.42.17.jpeg)
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) terus memperkuat langkah pengawasan terhadap peredaran barang-barang ilegal, terutama rokok tanpa cukai dan narkotika.
Suahasil menjelaskan, meski jumlah kasus penindakan terhadap rokok ilegal mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu, tetapi jumlah batang rokok yang berhasil disita justru meningkat tajam.
"Kalau lihat rokok ilegal jumlah penindakannya tahun ini adalah 13.484 kali penindakan, jadi jumlah penindakannya lebih rendah dibanding tahun lalu,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Kemenkeu mencatat, jumlah batang rokok yang dicegah dan disita naik dari 596 juta batang per September 2024 menjadi 816 juta batang per September 2025.
"Kalau lihat jumlah batang yang ditangkap atau dicegah, atau disita, mengenai rokok ilegal ini jumlah batangnya itu meningkat dari tahun lalu 596 juta batang per September 2024 menjadi 816 juta batang per September 2025,” ujarnya.
Wamenkeu Suahasil Nazara menambahkan, sebagian besar atau sekitar tiga per empat dari total rokok ilegal tersebut merupakan jenis sigaret kretek mesin (SKM). Jenis ini tergolong paling banyak beredar di pasaran tanpa pita cukai resmi, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi negara.
"Sebagian besar hampir tiga per empat dari jenis rokok yang ilegal ini adalah rokok sigaret kretek mesin, dan ini berarti kita kehilangan cukai dari sini,” ujarnya.
Advertisement
Bea Cukai dan Aparat Sinergi Gencarkan Penindakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5141985/original/075979400_1740392468-WhatsApp_Image_2025-02-24_at_09.38.27__1_.jpeg)
Suahasil menuturkan, aksi pemusnahan barang-barang ilegal seperti rokok tanpa cukai dan minuman mengandung etil alkohol ilegal juga telah dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Langkah ini, kata dia, merupakan bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam menekan peredaran barang kena cukai ilegal yang merugikan negara sekaligus mengganggu industri rokok legal di dalam negeri.
"Kalau kita lihat foto pak Menteri di Jawa Timur melakukan pemusnahan barang kena cukai ilegal itu termasuk rokok dan minuman etil alkohol,” ujarnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2626643/original/042780100_1669784618-pas_foto_biru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3528254/original/097976800_1627890040-WhatsApp_Image_2021-08-02_at_2.22.53_PM.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672541/original/019976600_1782712122-Direktur_Utama_BEI_periode_2026-2030_Jeffrey_Hendrik-29_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755717/original/040386500_1778657615-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4763708/original/032874800_1709708953-WhatsApp_Image_2024-03-06_at_09.50.06_a089237e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3627343/original/088955000_1636445652-WhatsApp_Image_2021-11-08_at_19.38.46__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487881/original/098610500_1769682055-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046087/original/088905900_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-4.jpg)