IHSG Sepekan Melesat Tersengat Penguatan Rupiah hingga Harga Emas

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan tepatnya pada 24-28 November 2025 melanjutkan kenaikan, diikuti kapitalisasi pasar saham yang naik 1,53%.

Diterbitkan 29 November 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan saham 24-28 November 2025. Kenaikan IHSG sepekan didorong sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal ddorong kenaikan harga komoditas emas dan cpo, sedangkan internal dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (29/11/2025), IHSG melanjutkan kenaikan lebih besar pada pekan ini. IHSG menguat 1,12% ke posisi 8.508,70. Sedangkan pekan lalu, IHSG hanya naik 0,52% ke posisi 8414,35. Kapitalisasi pasar bertambah 1,53% menjadi Rp 15.626 triliun dari pekan lalu di posisi Rp 15.391 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG masih menguat 1,12% dan disertai dengan peningkatan volume pembelian sepanjang pekan ini. Hal itu didorong sejumlah faktor. Pertama, rebalancing MSCI yang membuat ada aliran dana investor asing masuk ke IHSG terutama emiten-emiten yang masuk dalam konstituten.

Kedua, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketiga, meningkatnya harapan investor akan ada pemangkasan suku bunga acuan the Federal Reserve (the Fed) yang saat ini meningkat menjadi 84%.

"Keempat, penguatan harga komoditas dunia seperti emas dan CPO juga diperkirakan berpengaruh positif terhadap emiten di IHSG,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 41,87% menjadi Rp 30,31 triliun dari Rp 21,37 triliun pada pekan lalu.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian bursa naik 28,57% menjadi 50,50 miliar saham dari 39,28 miliar pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga naik 12,38% menjadi 2,61 juta kali transaksi dari 2,32 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Investor asing masih melanjutkan aksi beli saham pada pekan ini tetapi tidak sebesar pekan lalu. Investor asing beli saham Rp 992,41 miliar. Pada pekan lalu, investor asing membeli saham Rp 3,90 triliun.

IHSG Sepekan Melompat 0,52%, Transaksi Harian Merosot jadi Rp 21,37 Triliun

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan 17-21 November 2025. IHSG sepekan didorong sejumlah sentimen global dan internal soal kebijakan suku bunga oleh bank sentral. Namun, rata-rata transaksi harian hingga volume perdagangan merosot.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sepekan naik 0,52% ke posisi 8.414,35. IHSG turun 0,29% pekan lalu ke posisi 8.370,43. Kapitalisasi pasar bursa bertambah 0,49% menjadi Rp 15.391 triliun dari pekan lalu Rp 15.316 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG naik 0,52% dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Ia mengatakan, IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen pada pekan ini.

Pertama, rilis BI Rate yang tetap 4,75% pada Oktober 2025. Kedua, pernyataan the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) yang masih akan mempertahankan suku bunga acuan di 4% pada Desember 2025.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Selanjutnya, faktor ketiga dipicu koreksi harga emas dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Keempat adanya inflow sebesar Rp 3,8 triliun,” ujar Herditya.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI merosot 8,45% menjadi Rp 21,37 triliun dari Rp 23,34 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 14,01% menjadi 2,32 juta kali transaksi dari 2,7 juta kali transaksi pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian bursa terpangkas 27,20% menjadi 39,28 miliar saham dari 53,95 milair saham pada pekan lalu. Investor asing masih melanjutkan aksi beli saham sebesar Rp 3,90 triliun. Pekan lalu, investor asing beli saham Rp 3,84 triliun.