Investasi Jawa Barat Tembus Rp 77 Triliun, LPCK Raup Kinerja Moncer di 2025

Investasi Jawa Barat melonjak 36% pada Kuartal III 2025, mendorong permintaan properti LPCK.

Diterbitkan 26 November 2025, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jawa Barat (Jabar) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat investasi terbesar di Indonesia. Pada Kuartal III 2025, realisasi investasi provinsi ini mencapai Rp 77,13 triliun, setara 15,7 persen dari total investasi nasional. Angka tersebut melesat 36,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp56,57 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, menyebut capaian ini sebagai bukti kuatnya daya tarik Jawa Barat bagi investor.

“Iklim usaha yang kondusif, dukungan infrastruktur, dan percepatan layanan perizinan terus menjadi faktor utama yang menjaga momentum positif ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).

Peningkatan investasi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Tercatat sebanyak 303.469 lapangan kerja baru tercipta, naik 4,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dedi optimistis tren pertumbuhan ini akan terus berlanjut seiring ekspansi kawasan industri di Rebana, Bekasi, dan Bandung Raya.

Sejalan dengan derasnya arus investasi, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) turut memperkuat eksistensinya melalui pengembangan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis (LCC), yang dinilai mampu menangkap peluang dari meningkatnya permintaan sektor properti.

 

Kebutuhan Hunian Naik

Presiden Direktur LPCK, Marlo Budiman, menyatakan bahwa peningkatan investasi di Jawa Barat berbanding lurus dengan naiknya kebutuhan hunian dan area komersial.

“Kami melihat permintaan yang berkelanjutan, baik di segmen hunian terjangkau maupun premium. Kami juga berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen dengan penyelesaian proyek tepat waktu dan proses serah terima yang sesuai jadwal,” tutur Marlo.

Pada sembilan bulan pertama 2025, LPCK mencatat pra-penjualan atau marketing sales mencapai Rp 1,2 triliun atau 73 persen dari target tahunan Rp 1,65 triliun.

Penjualan tersebut didominasi oleh rumah tapak sebesar 60 persen, unit komersial 34 persen, dan kontribusi lahan industri sebesar 6 persen. Total 1.154 unit telah terjual, didorong oleh peluncuran produk baru Neo Top yang mendapat respons positif dari pasar.

 

Kinerja LPCK

Kinerja keuangan LPCK juga mencatat lonjakan signifikan pada Kuartal III 2025. Perseroan membukukan pendapatan Rp 3,44 triliun, tumbuh 251 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan berasal dari penyerahan rumah tapak, apartemen, unit komersial, lahan industri, serta pendapatan dari pengelolaan kawasan LCC.

Segmen rumah tapak mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 683 persen, disusul komersial yang naik 187 persen. Pengelolaan kota turut memberikan kontribusi stabil senilai Rp 355 miliar. Secara keseluruhan, LPCK meraih laba kotor Rp 670 miliar dengan margin 19 persen, serta EBITDA Rp 363 miliar atau tumbuh 43 persen year-on-year.