Investor Asing Beli Saham Rp 3,4 Triliun Selama Sepekan, Ini Rinciannya

Berikut rincian aksi beli saham oleh investor asing pada 3-7 November 2025.

Diterbitkan 09 November 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Investor asing melanjutkan aksi beli saham selama sepekan pada 3-7 November 2025. Aksi beli itu mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (9/11/2025), IHSG sepekan naik 2,83% selama sepekan ke posisi 8.394,59. Pada pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.398,76 dan level terendah 8.181,90.

Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI bertambah 3,09% menjadi Rp 15.316 triliun dari Rp 14.857 triliun pada pekan lalu.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah. Sektor saham consumer nonsikslikal turun 2,27% dan sektor saham properti dan real estate merosot 3,6%.

Selain itu, sektor saham infrastruktur naik 5,98%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 4,88%, sektor saham basic materials mendaki 0,75%, sektor saham industri bertambah 4,12%, sektor saham consumer siklikal naik 3,25%.

Lalu sektor saham perawatan kesehatan menanjak 0,43%, sektor saham keuangan bertambah 1,59%, sektor saham teknologi mendaki 2,85% dan sektor saham transportasi dan logistik naik 2,54%.

Pada pekan ini, investor asing melanjutkan aksi beli saham meski tak sebesar pekan lalu. Investor asing membeli saham sebesar Rp 3,45 triliun pada 3-7 November 2025. Pada pekan lalu, investor asing membeli saham sebesar Rp 5,53 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, ada sejumlah faktor baik global dan domestik yang mendorong aksi beli oleh investor asing selama sepekan. Ia mengatakan, dari global yakni dinamika kepastian kebijakan moneter the Federal Reserve (the Fed).

"Sisi lain berkaitan dengan dinamika eskalasi perang tarif maupun geopolitik,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Dari faktor domestik, Nafan melihat berkaitan dengan dinamika pertumbuhan ekonomi masih di atas konsensus pada kuartal ketiga dan di atas 2024. “Dinamika selain itu, laporan keuangan emiten masih mengalami hasil yang diapresikasi investor. Sisi lain dinamika aksi korporasi emiten berupa buyback emiten dan pembagian dividen interim,” kata dia.

Berikut rincian aksi investor asing selama sepekan:

  • Senin, 3 November 2025: investor asing beli saham Rp 1,03 triliun
  • Selasa, 4 November 2025: investor asing beli saham Rp 304,59 miliar
  • Rabu, 5 November 2025: investor asing beli saham Rp 1,31 triliun
  • Kamis, 6 November 2025: investor asing lepas saham Rp 114,96 miliar
  • Jumat 7 November 2025: investor asing beli saham Rp 920,24 miliar

Harga Emas hingga MSCI Bebani IHSG Pekan Lalu

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir pada 27-31 Oktober 2025. Koreksi IHSG sepekan ini terjadi di tengah sentimen musim laporan keuangan, koreksi harga emas hingga kekuatiran terhadap rencana MSCI soal free float.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (1/11/2025), IHSG sepekan melemah 1,3% ke posisi 8.163,87. Pada pekan lalu, IHSG naik 4,5% ke posisi 8.271,72 pada 20-24 Oktober 2025. Kapitalisasi pasar merosot 2,48% menjadi Rp 14.857 triliun dari Rp 15.234 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah 1,3% dipengaruhi sejumlah faktor baik sentimen positif dan negatif. Pertama, musim laporan keuangan emiten. Kedua, harga komoditas emas dunia yang melemah diperkirakan berpengaruh terhadap pergerakan emiten berbasis emas.

Ketiga, ada pertemuan Amerika Serikat (AS) dan China telah menjadi sentimen positif yang diperkirakan Amerika Serikat memangkas kenaikan tarif China. Keempat, pemangkasan suku bunga Amerika Serikat yang sejalan dengan harapan konsensus dan diperkirakan ada pemangkasan suku bunga kembali pada Desember 2025.

 

 

Transaksi Harian Saham

"Kelima, kekhawatiram investor akan ada rencana MSCI yang akan memperketat kebijakan free float sehingga menimbulkan aksi jual di IHSG,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 1,79% menjadi 2,32 juta kali transaksi dari 2,37 juta kali transaksi pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar BEI susut 2,48% menjadi Rp 14.857 triliun dari Rp 15.234 triliun.

Selama sepekan, investor asing juga masih melakukan aksi beli. Investor asing membeli saham senilai Rp 5,53 triliun dibandingkan pekan lalu Rp 4,23 triliun.

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian bursa selama sepekan naik 3,72% menjadi 31,61 miliar saham dari pekan lalu 30,47 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian naik 1,55% menjadi Rp 22,63 triliun dari pekan lalu sebesar Rp 22,28 triliun.