Wall Street Melesat Tersengat Potensi Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

Wall street melesat menjelang akhir pekan didorong sejumlah sentimen. Salah satunya perkembangan perang dagang Amerika Serikat dan China.

Diterbitkan 18 Oktober 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada perdagangan Jumat, 17 Oktober 2025. Indeks Dow Jones melesat seiring pelaku pasar mencerna AS yang melunak saat perundingan dagang dengan China.

Pelaku pasar juga mencoba mengabaikan kekhawatiran kredit yang memicu aksi jual besar-besaran di bank regional pada perdagangan Kamis pekan ini. Demikian mengutip dari CNBC, Sabtu (18/10/2025).

Indeks Dow Jones ditutup naik 238,37 poin atau 0,52% ke posisi 46.190,61. Indeks S&P 500 melesat 0,53% ke posisi 6.664,01. Indeks Nasdaq bertambah 0,52% ke posisi 22.679,98.

Kenaikan wall street setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan akan berbicara dengan mitra dagang dari China pada Jumat malam.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menuturkan, pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping masih mungkin terjadi pada akhir bulan. Komentar itu menunjukkan ancaman tarif tambahan 100% terhadap China pada 1 November mungkin tidak akan terjadi.

"Sentimen positif sore ini banyak berkaitan dengan komentar Presiden Trump tentang China. Beliau memahami ancaman tarif yang ditimbulkan tidak berkelanjutan," ujar Investment Strategist Baird, Ross Mayfield kepada CNBC.

"Saya yakin akan ada pasang surut dalam negosiasi ini, tetapi saya pikir [pengumuman Trump] menetapkan dasar bahwa pemerintah tidak ingin melihat terulangnya aksi jual seperti Hari Pembebasan."

Saham perusahaan yang memimpin kejatuhan bank pada Kamis menguat pada Jumat. Hal ini seiring pelaku pasar bertaruh kalau taruhan kredit macet hanyalah kejadian sekali saja dan bukan bagian dari krisis yang lebih besar.

Ziondan Western Alliance mengungkapkan kredit macet selama 48 jam terakhir, yang memicu aksi jual besar-besaran pada saham-saham tersebut yang akhirnya menyeret seluruh pasar pada hari Kamis. Zion turun 13%, sementara Western Alliance anjlok 11% pada hari Kamis.

 

 

 

Saham Keuangan Merosot di Wall Street

Namun, Zions Bancorp naik hampir 6% pada Jumat setelah menerima peningkatan peringkat dari Baird, yang menyatakan penurunan nilai pasar bank regional tersebut tidak sebanding dengan besarnya kerugian kredit yang mungkin dihadapinya.

Bank investasi Jefferies, yang terdampak badai karena eksposurnya terhadap perusahaan ritel suku cadang mobil First Brands yang bangkrut, ditutup naik 6% setelah Oppenheimer menaikkan peringkatnya menjadi outperform. Jefferies turun 11% pada Kamis.

Laba yang lebih baik dari perkiraan pada Jumat dari Fifth Third Bancorp juga meredakan kekhawatiran, mendorong sahamnya naik sebesar 1,3%. Laba bank melonjak pada kuartal terakhir bahkan setelah mencatat peningkatan kerugian kredit terkait dengan eksposur terhadap perusahaan pemberi pinjaman mobil subprime Tricolor yang bangkrut.

Indeks Dow turun 300 poin dan S&P 500 turun 0,6% pada Kamis, didorong oleh penurunan signifikan saham bank pada sore hari. SPDR S&P Regional Banking ETF (KRE), yang turun selama empat minggu berturut-turut, turun lebih dari 6% selama sesi tersebut.

 

 

Kinerja Wall Street Sepekan

Kegelisahan di sektor perbankan meningkat setelah kebangkrutan dua perusahaan yang terkait dengan industri otomotif baru-baru ini: Tricolor dan First Brands.

ETF bank regional tersebut ditutup 1,6% lebih tinggi pada hari Jumat, meskipun mengakhiri minggu ini dengan penurunan 1,9%.

"Kami tidak berpikir ada masalah kredit sistemik bagi bank – sebagian besar dari apa yang kami lihat sejauh ini merupakan fungsi dari beberapa situasi spesifik (First Brands dan TriColor) sementara kualitas kredit secara umum, jika ada, lebih baik dari yang diantisipasi,” tulis Adam Crisafulli dari Vital Knowledge dalam sebuah catatan.

Sementara itu, ketiga indeks utama tersebut mengakhiri minggu ini dengan kenaikan. Indeks S&P 500 naik 1,7% didorong oleh awal laporan keuangan kuartal ketiga yang kuat. Indeks Dow Jones bertambah 1,6% minggu ini, sementara indeks Nasdaq menguat 2,1% selama periode sama.