WIKA Catat Kontrak Baru Rp 5,24 Triliun

WIKA mendapatkan sejumlah proyek strategis di bidang irigasi. Proyek-proyek ini memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus membantu meningkatkan produktivitas pertanian.

Diterbitkan 24 September 2025, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan kontrak baru senilai Rp 5,24 triliun hingga Agustus 2025. Pencapaian tersebut mencerminkan kinerja positif WIKA sebagai perusahaan konstruksi nasional yang fokus pada pembangunan berkelanjutan.

Kontrak baru Wijaya Karya hingga periode tersebut sebagian besar berasal dari sektor industri penunjang konstruksi sebesar 49,8% serta sektor infrastruktur dan gedung sebesar 33,8%. Komposisi ini menunjukkan portofolio WIKA yang mampu beradaptasi dengan berbagai peluang pembangunan.

Dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan program Asta Cita dan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), WIKA mendapatkan sejumlah proyek strategis di bidang irigasi. Proyek-proyek ini memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus membantu meningkatkan produktivitas pertanian.

WIKA menandatangani kontrak Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Provinsi Jambi dan Pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah di Provinsi Sumatera Selatan. Kedua proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan keandalan distribusi air bagi pertanian dan memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi terbarukan, sesuai dengan komitmen perseroan terhadap pembangunan ramah lingkungan.

Selain itu, WIKA juga memperoleh kontrak Pembangunan Irigasi Belimbing di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, yang akan mendukung pengelolaan lahan pertanian seluas 9.800 m². Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), WIKA turut berperan dalam pembangunan embung-embung skala kecil guna mendukung pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.

“Capaian kontrak baru hingga Agustus ini menjadi bukti konsistensi WIKA dalam menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat, serta memperkuat peran Perseroan dalam pembangunan nasional,” ujar Agung BW dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (24/9/2025).

WIKA ke depan berencana terus mengembangkan portofolio proyek yang kompetitif, memperluas peran di sektor strategis nasional, dan menghadirkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan. Dengan inovasi dan prinsip keberlanjutan, WIKA yakin dapat tetap menjadi penggerak penting pembangunan di Indonesia.

 

Kolaborasi PTPP dan WIKA Rampungkan Gedung Baru RS PON

Sebelumnya, PT PP (Persero) Tbk atau PTPP berhasil menyelesaikan pembangunan Gedung Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. Mahar Mardjono di Jakarta, yang akan menjadi bagian dari Institut Neurosains Nasional (INN).

Proyek ini telah mencapai progres 100% pada 30 Juni 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp1,03 triliun (termasuk PPN), hasil kolaborasi antara PTPP dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Gedung ini dirancang sebagai pusat layanan, pendidikan, dan riset neurosains bertaraf internasional. Pembangunannya sejalan dengan program strategis pemerintah bertajuk “Indonesia Menuju Brain Decade”, yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat keunggulan neurosains di kawasan Asia Tenggara.

Proyek ini berdiri di lokasi strategis, yaitu kawasan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, dan menggunakan skema design and build dengan sumber pendanaan berasal dari APBN, PT SMI, dan Badan Layanan Umum (BLU). Kompleks INN mencakup tiga gedung utama dengan rincian sebagai berikut:

  • Gedung Pelayanan: Luas sekitar 32.000 m², terdiri dari 1 basement dan 12 lantai.
  • Gedung Parkir: Luas sekitar 33.000 m², terdiri dari 1 basement dan 12 lantai.
  • Gedung Pendidikan: Luas sekitar 30.000 m², terdiri dari 1 semi-basement dan 12 lantai.

Fasilitas yang tersedia mencakup Instalasi Gawat Darurat (IGD), SCU, HCU, ICU, Radioterapi dengan teknologi LINAC (Linear Accelerator), hingga CT Simulator.

Peningkatan Budaya Kerja

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G. Sadikin, turut menghadiri soft launching dan menyampaikan dukungannya atas selesainya proyek ini. Ia menekankan pentingnya peningkatan budaya kerja seiring dengan kehadiran infrastruktur baru.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan ketiga gedung tersebut dirancang terintegrasi, baik dengan satu sama lain maupun dengan gedung lama rumah sakit. Hal ini bertujuan menunjang kelancaran operasional layanan medis serta kegiatan pendidikan.

Lebih lanjut, Joko memaparkan PTPP mengadopsi sejumlah inovasi konstruksi dalam proyek ini, antara lain penggunaan sistem bekisting kolom praktis semi panel yang mempercepat pekerjaan struktur, serta pemasangan pagar utama berbasis sistem otomatis untuk mendukung keamanan dan modernisasi kawasan proyek.

Berkelas Internasional

Material facade bangunan juga mencerminkan kemajuan teknologi dan estetika, dengan kombinasi kaca, aluminium, ACP (Aluminium Composite Panel), dan GRC cetak yang menjadikan tampilan gedung tampak modern dan ikonik.

“Proyek ini merepresentasikan komitmen PTPP dalam menghadirkan infrastruktur layanan kesehatan berkelas internasional melalui penerapan teknologi konstruksi unggul, sekaligus memperkuat posisi PTPP sebagai mitra terpercaya pemerintah dalam pembangunan infrastruktur kesehatan nasional,” tutup Joko.