CLAY Targetkan Royal Sukadana Hospital Pontianak Rampung 1,5 Tahun

Direktur Citra Putra Realty, Chairul Umaiya menuturkan, pengetatan anggaran pemerintah juga memberikan tekanan untuk bisnis perhotelan.

Diterbitkan 24 September 2025, 16:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) menargetkan pembangunan Rumah Sakit Royal Sukadana Pontianak segera berlanjut. Direktur CLAY, Chairul Umaiya, mengatakan proses pembangunan sudah dimulai dengan penyelesaian pondasi dan segera berlanjut ke tahap struktur.

"Kemudian untuk rencana pembangunan rumah sakit ini sudah termasuk dalam program perseroan dan untuk itu ini segera akan kita lakukan pembangunan. Pada saat ini telah selesai pondasi dan untuk struktur mungkin dalam waktu beberapa saat ini akan kita lakukan,” ujar Chairul dalam Public Expose Insidentil, Rabu (24/9/2025).

Chairul menambahkan, perusahaan berharap rumah sakit tersebut dapat terwujud sesuai target yang telah disampaikan dalam paparan publik.

"Ini sudah lama tertunda dan diharapkan sesuai dengan lakuan Public Expose dalam satu tahun setengah ke depan Insya Allah akan terwujud rumah sakit Royal Sukadana Hospital di Kalimantan Barat," ujar dia.

Perseroan mencatatkan kerugian hingga semester I 2025. Chairul Umaiya menyebutkan, pengetatan anggaran pemerintah turut memberi tekanan pada bisnis perhotelan.

“Pertama, saya jelaskan bahwa kinerja kita per 30 Juni 2025. Ini memang dipengaruhi oleh, sebenarnya kita ketahui, pemerintahan yang baru melakukan pengetatan anggaran terhadap kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial. Ini tentu ada pengaruh kepada bisnis perhotelan pada umumnya,” ujar Chairul.

Tidak Bergantung pada Anggaran Pemerintah

Meski demikian, Chairul menegaskan hotel-hotel CLAY di Bali tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Chairul juga mengungkapkan kinerja hotel Perseroan mulai membaik pada Juli dan Agustus 2025.

“Namun demikian, tentu kita sebagai hotel yang berada di Bali, itu tidak 100 persen juga tergantung pada anggaran pemerintah. Nah, kinerja per 30 Juni memang kelihatan ada penurunan, tapi pada bulan Juli dan Agustus, itu sudah menjadi peningkatan. Peningkatan yang cukup signifikan, ya,” jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2025, CLAY membukukan pendapatan Rp 53,12 miliar, turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 107,03 miliar. 

 

Aset Perseroan

Laba kotor tercatat Rp 18,58 miliar, sementara rugi sebelum pajak penghasilan mencapai Rp 12,25 miliar, dan rugi komprehensif periode berjalan sebesar Rp 9,65 miliar.

Total aset perseroan per akhir Juni 2025 tercatat Rp 532,36 miliar dengan liabilitas Rp 529,14 miliar, menyisakan ekuitas hanya Rp 3,33 miliar, turun dari Rp 12,98 miliar pada Desember 2024.

Chairul menambahkan, CLAY menargetkan pendapatan resmi sebesar Rp 218 miliar pada 2025 dengan pencapaian sekitar 90 persen dari target tersebut, namun belum ada alokasi dividen karena laba masih negatif. Fokus perseroan adalah memperkuat arus kas positif dan pengembangan usaha.