Softbank Investasi Rp 30 triliun ke Intel, Jadi Pemegang Saham Kelima Terbesar

SoftBank resmi menjadi salah satu pemegang saham terbesar Intel lewat investasi USD 2 miliar, memberi dukungan segar bagi chipmaker AS yang tengah tertinggal di tren AI.

Diterbitkan 19 Agustus 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Intel mendapat dukungan segar dari SoftBank. Konglomerasi asal Jepang itu mengumumkan investasi sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun ke raksasa semikonduktor Amerika Serikat (AS). Bagi SoftBank, langkah ini mempertegas perannya sebagai pemain besar di pasar chip dan AI global.

Dikutip dari CNBC, Selasa (19/8/2025), SoftBank membeli saham biasa Intel seharga USD 23 per lembar, sedikit di bawah harga penutupan hari Senin di USD 23,66. Usai pengumuman, saham Intel langsung melonjak 6% di perdagangan after-market menjadi USD 25 per lembar.

Investasi ini setara dengan kepemilikan 2% saham Intel, menempatkan SoftBank sebagai pemegang saham kelima terbesar perusahaan, menurut data FactSet.

“Masa (Masayoshi Son) dan saya telah bekerja sama selama puluhan tahun. Saya menghargai kepercayaan yang ia berikan melalui investasi ini,” ujar CEO Intel, Lip-Bu Tan, dalam pernyataan resminya yang merujuk pada pendiri SoftBank, Masayoshi Son.

Intel Masih Tertinggal di Tren AI

Intel saat ini menghadapi tantangan besar. Meski menjadi satu-satunya perusahaan asal AS yang mampu memproduksi chip tercanggih, Intel belum berhasil memanfaatkan tren kecerdasan buatan (AI) seperti rivalnya.

Bisnis foundry Intel yang bertujuan memproduksi chip untuk perusahaan lain juga masih kesulitan mendapatkan pelanggan utama. Pada bulan lalu, Intel menyatakan akan menunda sebagian investasi pabrik hingga ada kepastian pesanan.

Intel kehilangan 60% nilai sahamnya tahun lalu, menjadi kinerja terburuk sepanjang sejarah perusahaan. Namun sejak awal 2025 hingga Senin, sahamnya sudah pulih 18%.

Lip-Bu Tan sendiri baru menduduki kursi CEO pada Maret, setelah Pat Gelsinger digantikan pada Desember 2024. Tan bahkan sempat dipanggil Presiden AS Donald Trump pekan lalu, menyusul desakan mundur terhadap dirinya. Menurut laporan, pemerintah AS juga tengah mempertimbangkan untuk mengambil saham di Intel.

Strategi Besar SoftBank

Bagi SoftBank, langkah ini mempertegas perannya sebagai pemain besar di pasar chip dan AI global. Pada 2016, perusahaan ini mengakuisisi perancang chip Arm senilai USD 32 miliar. Kini nilai Arm melonjak menjadi hampir USD 150 miliar.

Tak berhenti di situ, pada Maret lalu SoftBank juga mengumumkan rencana mengakuisisi Ampere Computing seharga USD 6,5 miliar. Chip berbasis Arm kini banyak digunakan dalam sistem Nvidia untuk pusat data.

SoftBank juga terlibat dalam proyek infrastruktur AI global bernama Stargate yang diumumkan Presiden Trump pada Januari. Bersama OpenAI dan Oracle, mereka berkomitmen investasi awal USD 100 miliar hingga mencapai USD 500 miliar dalam empat tahun ke depan. Dua bulan setelahnya, SoftBank memimpin pendanaan USD 40 miliar untuk OpenAI—rekor terbesar dalam sejarah investasi swasta teknologi.

“Investasi strategis ini mencerminkan keyakinan kami bahwa manufaktur semikonduktor canggih akan terus berkembang di AS, dengan Intel memainkan peran krusial,” kata Masayoshi Son, pendiri dan CEO SoftBank.