Saham CDIA Kembali Diperdagangkan, Tapi Masuk Pemantauan Khusus

BEI memasukan saham CDIA ke dalam papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA) karena terkena penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari 1 hari bursa.

Diperbarui 25 Juli 2025, 16:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) milik konglomerat Prajogo Pangestu pada Jumat (25/7/2025). Usai terkena suspensi selama dua hari pada 23-24 Juli 2025, lantaran lonjakan harga kumulatif yang signifikan.

Kendati begitu, BEI memasukan saham CDIA ke dalam papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA). Akibat memenuhi kriteria 10, yakni terkena penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari 1 hari bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya mempertimbangkan banyak aspek dalam melakukan tindakan pengawasan. Termasuk pada fluktuasi harga, order, volume, pola transaksi, dan informasi material yang relevan.

"Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya perlindungan investor, dimana BEI memberikan sinyal adanya pergerakan harga atau pola transaksi yang tidak biasa pada efek tertentu. Sehingga investor dapat mempertimbangkan kembali keputusan investasinya," jelasnya, Jumat (25/7/2025).

Lebih lanjut, Nyoman turut menyoroti perubahan kepemilikan saham CDIA oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebagai pemegang saham pengendali.

Berdasarkan informasi dari prospektus, ia melanjutkan, TPIA sebagai pengendali saham CDIA, tidak akan melepas pengendaliannya, baik langsung maupun tidak langsung, selama 12 bulan sejak pernyataan pendaftaran menjadi efektif.

Selanjutnya, saham-saham milik pengendali tersebut (baik dalam bentuk warkat ataupun non warkat) sudah dilakukan lock up selama 12 bulan. Sejak pernyataan pendaftaran menjadi efektif di Biro Administrasi Efek (BAE) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

"Apabila Bursa memutuskan untuk dilakukan pembukaan perdagangan saham atas suspensi lebih dari 1 hari karena aktivitas transaksi, maka Bursa akan menempatkan efek tersebut pada Papan Pemantauan Khusus selama 7 Hari Bursa sesuai Peraturan Bursa No I-X," tuturnya.

CDIA Pesan Kapal dari Jepang untuk Angkut Bahan Kimia Lintas Negara

Sebelumnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), entitas special purpose vehicle dari Chandra Asri Group yang berfokus pada investasi infrastruktur, memperkuat kapabilitas bisnis logistik melalui penambahan dua kapal chemical vessel berkapasitas 9.000 DWT.

Kapal yang saat ini sedang dalam tahap pembuatan di Jepang, dirancang khusus mendukung pengangkutan bahan kimia di jalur pelayaran domestik dan internasional. Dua kapal baru CDI Group akan berbendera Indonesia untuk mendukung jalur distribusi dalam negeri dan juga berbendera internasional guna melayani rute lintas negara.

Strategi pengoperasian ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi operasional sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi maritim yang berlaku baik di perairan domestik maupun internasional.

Direktur Chandra Asri Group, Suryandi menyampaikan kepemilikan dua kapal baru ini akan meningkatkan fleksibilitas dan kapasitas layanan logistik CDI Group, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Suryandi menuturkan, penambahan dua kapal chemical vessel ini dapat memperkuat CDI Group dalam membangun rantai pasok bahan kimia yang andal dan berkelanjutan.

 

Kapal dengan Emisi Rendah

“Dengan armada baru berstandar internasional, kami tidak hanya memperluas kapasitas logistik kami, tetapi juga memperkuat Indonesia sebagai hub distribusi regional untuk industri kimia. Kehadiran armada ini turut memperkuat konektivitas jalur distribusi di Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar global, termasuk kawasan Eropa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (18/7/2025).

Dalam proses pembuatan kapal baru ini, CDI Group juga bermitra dengan penyedia teknologi terkemuka guna memastikan efisiensi armada dan emisi rendah dari operasional kapal. Kedua kapal dijadwalkan mulai beroperasi pada Semester I 2026, setelah seluruh proses konstruksi dan pengujian selesai dilakukan sesuai standar.

CDI Group berkomitmen untuk menerapkan standar tertinggi dalam aspek keselamatan, keandalan, dan efisiensi operasional guna memastikan armada kapal dapat beroperasi secara optimal dalam berbagai kondisi pelayaran.