Bisi International Kantongi Laba Rp 340,7 Miliar hingga Kuartal III 2022

PT Bisi International Tbk (BISI) mencatat pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga September 2022.

Diterbitkan 23 Oktober 2022, 12:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bisi International Tbk (BISI) membukukan kinerja keuangan positi selama sembilan bulan pertama 2022. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga kuartal III 2022.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (23/10/2022), PT Bisi International Tbk meraih penjualan bersih Rp 1,83 triliun hingga kuartal III 2022. Penjualan tumbuh 23,76 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,48 triliun. Beban pokok penjualan tercatat Rp 1,02 triliun hingga September 2022. Beban pokok penjualan tersebut naik 23,01 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 837,02 miliar.

Hal itu mendorong laba bruto naik 24,74 persen menjadi Rp 806,29 miliar hingga kuartal III 2022. Pada periode sama tahun lalu, perseroan meraup laba bruto Rp 646,34 miliar.

Beban penjualan tercatat Rp 278,48 miliar hingga September 2022. Beban penjualan naik 21,34 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 229,50 miliar. Beban umum dan administrasi mencapai Rp 83,84 miliar hingga kuartal III 2022. Beban tersebut bertambah 3,64 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 80,90 miliar.

Beban penelitian dan pengembangan tercatat Rp 53,22 miliar hingga September 2022. Beban penelitian dan pengembangan tumbuh 5,87 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 50,26 miliar. Beban operasi lain susut 47,57 persen menjadi Rp 15,46 miliar hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 29,50 miliar.

Sementara itu, laba usaha melonjak 48,59 persen menjadi Rp 401,53 miliar hingga kuartal III 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 270,21 miliar.

 

Kinerja Laba

Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 340,77 miliar hingga September 2022. Laba tersebut naik 50,79 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 225,90 miliar.

Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 114 hingga kuartal III 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 75.

Total ekuitas naik menjadi Rp 2,86 triliun hingga September 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 2,72 triliun. Total liabilitas naik menjadi Rp 456,38 miliar hingga kuartal III 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 404,15 miliar.

Perseroan mencatat total aset naik menjadi Rp 3,32 triliun hingga September 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 3,13 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 1,27 triliun hingga September 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 1,09 triliun.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 21 Oktober 2022, saham BISI naik 3,41 persen ke posisi Rp 1.365 per saham. Saham BISI dibuka stagnan di posisi Rp 1.320 per saham. Saham BISI berada di level tertinggi Rp 1.370 dan terendah Rp 1.320 per saham. Total frekuensi perdagangan 282 kali dengan volume perdagangan 4.408 saham. Nilai transaksi Rp 597,9 juta.

Aksi Beli Investor Asing Topang Penguatan IHSG pada 17-21 Oktober 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada 17-21 Oktober 2022. Analis menilai, laju IHSG masih dibayangi inflasi yang tinggi di negara maju hingga nada hawkish dari kebijakan moneter the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sepekan tepatnya pada 17-21 Oktober 2022 melonjak 2,98 persen ke posisi 7.017,77  dari pekan sebelumnya di posisi 6.814,53. Kapitalisasi pasar bursa melonjak 3,39 persen menjadi Rp 9.315,21 triliun. Kapitalisasi pasar bertambah Rp 305,2 triliun dari pekan lalu Rp 9.009,95 triliun.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian bursa naik 14,75 persen menjadi Rp 13,77 triliun dari Rp 12 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa meningkat 3,63 persen menjadi 1.207.882 kali transaksi dari 1.165.599 kali transaksi pada pekan lalu.

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi bursa merosot 4,7 persen menjadi 22,92 miliar saham dari 24,05 miliar saham pada pekan lalu. Investor asing membukukan aksi beli bersih Rp 1,17 triliun pada Jumat, 21 Oktober 2022. Selama sepekan, investor asing melakukan aksi beli saham Rp 3,79 triliun. Pada 2022, investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp 75,52 triliun.

 

 

Kata Analis

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG sepekan ini masih dipengaruhi akan inflasi yang tinggi di negara-negara maju, ancaman resesi global dan nada hawkish dari kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve  (The Fed).

“Dari dalam negeri, nilai tukar Rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan adanya kenaikan suku bunga 7DRRR ke 4,75 persen,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Sabtu (22/10/2022).

Selain itu, IHSG yang menguat, menurut Herditya ditopang dari aliran dana investor asing sebesar Rp 2,6 triliun pada pekan ini.”Di sisi lain, penguatan IHSG ini kami perkirakan merupakan technical rebound saja,” kata dia.

Pada pekan depan, Herditya prediksi IHSG bergerak fluktuaktif dengan kemungkinan koreksi pendek pada awal pekan terlebih dahulu. IHSG akan bergerak di level support 6.900 dan resistance 7.089.

“Pekan depan nampaknya pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global,” tutur dia.