Sukses

IHSG Berpotensi Naik, Cermati Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (25/11/2021). Hal ini seiring minim sentimen yang dapat dorong kenaikan IHSG.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG terlihat sedang bergerak dalam rentang cukup terbatas.

Hal ini karena masih minimnya sentimen yang dapat mendorong kenaikan IHSG turut menjadi tantangan bagi pasar modal Indonesia untuk kembali mencatatkan all time high atau tertinggi sepanjang masa.

“Serta masih belum tercatatnya capital inflow yang kembali melaju ke dalam pasar modal Indonesia turut memberikan dampak bagi pergerakan IHSG, hari ini IHSG berpotensi bergerak terbatas,” tulis dia dalam catatannya.

William prediksi IHSG bergerak di kisaran 6.606-6.757 pada Kamis pekan ini.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.621 sebagai level support, IHSG masih berpeluang kembali menguat.

“Untuk membentu wave (v) dari wave (v) dari wave A (label merah) atau wave (iii) dari wave (v) dari wave A (label hitam) kea rah 6.750-6.800,” ujar dia.

Namun demikian, ia menuturkan, tidak menutup kemungkinan wave A (label biru) sudah terbentuk dan IHSG rawan koreksi ke bawha 6.621 untuk membentuk awal dari wave B dari wave (Y).

Ia perkirakan, IHSG berada di level support 6.621,6.550 dan resistance 6.750,6.800.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Saham Pilihan

Herditya memilih saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Sedangkan William memilih saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Selain itu, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).