Sukses

IHSG Sentuh Posisi Tertinggi Sepanjang Masa di 6.754

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (22/11/2021). Bahkan IHSG menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 6.754 secara intraday atau dalam satu hari perdagangan.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,17 persen ke posisi 6.731. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 0,28 persen ke posisi 6.739. Indeks LQ45 menguat 0,51 persen ke posisi 968,48. Seluruh indeks acuan kompak menguat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.754,46 dan terendah 6.730,29. Sebanyak 218 saham menguat sehingga angkat IHSG. 248 saham diam di tempat dan 72 saham melemah.

Total frekuensi perdagangan saham 50.732 kali dengan volume perdagangan 1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 738,6 miliar. Investor asing beli saham Rp 1,8 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.210.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXtechno turun 0,34 persen dan indeks sektor saham ITDXtransportasi susut 0,39 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXhealth naik 0,45 persen dan catat penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXindustry menguat 0,48 persen indeks sektor saham IDXproperty menanjak 0,23 persen.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Top Gainers dan Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham TOBA naik 24,70 persen

-Saham INDO naik 20,45 persen

-Saham INDO naik 18,18 persen

-Saham TNCA naik 18,02 persen

-Saham INTD naik 14,77 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham LPIN turun 6,96 persen

-Saham ESTA turun 6,72 persen

-Saham YULE turun 6,67 persen

-Saham YELE turun 6,48 persen

-Saham BBKP turun 6,43 persen

 

3 dari 4 halaman

Aksi Investor Asing

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 43,1 miliar

-Saham ASII senilai Rp 20,4 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 19,9 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 11 miliar

-Saham WIKA senilai Rp 6,1 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing:

-Saham MTEL senilai Rp 94,2 miliar

-Saham BRIS senilai Rp 10,9 miliar

-Saham INDY senilai Rp 4,5 miliar

-Saham ITMG senilai Rp 3,7 miliar

-Saham PTBA senilai Rp 3,7 miliar

4 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia sebagian besar menguat. Sementara itu, indeks Jepang Nikkei turun 0,31 persen dan indeks Hang Seng turun 0,15 persen.

Sedangkan indeks Korea Selatan Kospi naik 1,1 persen, indeks Shanghai menguat 0,41 persen, indeks Singapura naik 0,29 persen dan indeks Taiwan naik 0,08 persen.