Sukses

Strategi Investasi Saham Saat IHSG Cetak Rekor Tertinggi

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru pada perdagangan saham Selasa pekan ini. IHSG tembus level 6.600. Dengan kondisi IHSG terus level tertinggi, bagaimana untuk strategi investasi saham?

IHSG naik 2,07 persen ke posisi 6.653,33 pada penutupan perdagangan saham Selasa 23 Januari 2018. Volume perdagangan saham tercatat 10,13 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 10,25 triliun. Transaksi perdagangan saham cukup ramai dengan frekuensi 405.969 kali.

Investor asing juga melakukan aksi beli Rp 574,33 miliar. Dengan penguatan IHSG signifikan pada Selasa kemarin, IHSG tumbuh 4,4 persen di awal 2018. Sektor saham tambang catatkan penguatan terbesar mencapai 21,10 persen. Disusul sektor saham barang konsumsi tumbuh 5,89 persen dan sektor saham manufaktur menguat 4,91 persen. Kapitalisasi pasar saham tercatat Rp 7.375 triliun.

Analis PT Semesta Indovest Aditya Perdana menuturkan, penguatan IHSG normal jika sejalan dengan hasil kinerja emiten. Ia menuturkan, IHSG akan cenderung koreksi usai penguatan selama beberapa hari ini. Aditya memprediksi, IHSG tidak akan turun dalam.

"IHSG akan konsolidasi dahulu," kata Aditya saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Rabu (24/1/2018).

Ia menuturkan, di tengah IHSG cenderung menguat, investor dapat wait and see terutama untuk masuk ke saham kapitalisasi besar. Investor dapat kembali masuk bila IHSG berpotensi tertekan.

"Masuk ke saham dengan buy on weakness. Saat ini bisa tahan dulu terutama saham kapitalisasi besar," kata Aditya.

Aditya menuturkan, bila masuk ke pasar saham ini dapat melirik saham lapis kedua dan ketiga. "Saham lapis kedua dan ketiga mulai aktif. Investor bisa masuk saham lapis kedua dan ketiga di sektor tambang dan konstruksi," kata dia.

Ia menambahkan, investor juga bisa masuk di sektor saham keuangan terutama saham-saham bank yang masuk bank umum kegiatan usaha (BUKU) dua dan tiga. Aditya mengatakan, bagi investor yang sudah megang saham dapat merealisasikan keuntungan dengan level tertentu yang sudah ditetapkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

IHSG Cetak Rekor di 6.635

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak perkasa sepanjang Selasa pekan ini. IHSG bahkan mampu kembali cetak rekor tertinggi.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa 23 Januari 2018, IHSG menguat 134,80 poin atau 2,07 ersen ke posisi 6.635,33. Indeks saham LQ45 menguat 2,76 persen ke posisi 1.132,18. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Ada sebanyak 198 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Sedangkan 157 saham melemah. 118 saham lainnya diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi di 6.635 dan terendah 6.537,07. Level IHSG kembali cetak rekor tertinggi sepanjang masa. Pada penutupan perdagangan saham kemarin, IHSG ditutup ke posisi 6.500.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 403.393 kali dengan volume perdagangan 9,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,7 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 951,15 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.320.

Secara sektoral, 10 sektor saham kompak menghijau. Sektor saham barang konsumsi naik 3,43 persen dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri dan manufaktur menanjak 2,87 persen dan sektor saham keuangan menguat 2,31 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham HRUM naik 15,93 persen ke posisi Rp 3.130, saham PGAS melonjak 8,91 persen ke posisi Rp 2.690 dan saham BBRI menanjak 7,40 persen ke posisi Rp 3.920 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tergelincir antara lain saham FINN melemah 7,87 persen ke posisi Rp 163, saham IKAI merosot 6,35 persen ke posisi Rp 118, dan saham IIKP susut 3,75 persen ke posisi Rp 308 per saham.

Bursa Asia kompak menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,66 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 1,38 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 1,29 persen, indeks saham Shanghai menguat 1,29 persen, indeks saham Singapura menanjak 0,48 persen, dan indeks saham Taiwan naik 0,19 persen.