Sukses

Terimbas Sentimen Regional, IHSG Dibuka Menguat Tipis

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat di awal perdagangan pekan ini. IHSG akan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan dengan potensi penguatan.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (25/7/2016), IHSG menguat tipis 4,19 poin atau 0,08 persen ke level 5.201,44. Penguatan tersebut berlanjut pada pembukaan pukul 09.00 WIB. IHSG naik 13,43 poin ke level 5.210,67. Indeks saham LQ45 ikut terdongkrak dengan naik 0,28 persen ke level 897,11.

Ada sebanyak 96 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 24 saham lainnya melemah dan 76 saham diam di tempat. IHSG sempat sentuh level tertinggi 5.211,27 dan terendah 5.197,80.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 9.264 kali dengan volume perdagangan 200 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 202 miliar.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham masih menguat. Hanya sektor saham pertambangan yang bergerak melemah sebesar 0,14 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain saham ADMG naik 20,25 persen ke level Rp 191 per saham, saham HOME mendaki 15 persen ke level Rp 230 per saham, dan saham BIPP menanjak 13,41 persen ke level Rp 93 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham BEKS melemah 9,71 persen ke level Rp 93 per saham, saham OASA tergelincir 9,52 persen ke level Rp 266 per saham, dan saham ROTI merosot 6,21 persen ke level Rp 1.660 per saham.

Analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra menjelaskan, pada Jumat pekan lalu IHSG kembali mencatat koreksi setelah pada tiga hari pertama perdagangan terus mencatat kenaikan. Penurunan indeks tersebut sejalan dengan koreksi pada bursa regional Asia Pasifik, seperti Nikkei Jepang dan Shanghai Composite.

Pada hari ini indeks bursa regional Asia Pasifik seperti Nikkei mengalami kenaikan yang cukup signifikan, akibat pelemahan kurs yen Jepang terhadap Dolar AS.

"Dari berbagai sentimen tersebut, kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak fluktuatif dengan potensi untuk dapat mengalami penguatan dengan kisaran perdagangan indeks antara 5160 sampai 5240," jelas dia.