Pria Gangguan Jiwa Bacok Ayah Kandung di Pringsewu Lampung

Pria gangguan jiwa warga Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, membacok ayahnya sendiri tanpa sebab.

Diterbitkan 01 November 2026, 10:24 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Warga Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, dibuat geger dengan aksi penganiayaan yang dilakukan seorang pemuda terhadap ayah kandungnya sendiri. Pemuda berusia 24 tahun itu diduga membacok kepala ayahnya menggunakan sebilah golok hingga mengalami luka pada bagian pelipis kanan.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolres Pringsewu, AKBP Dadi Perdana Putra membenarkan kejadian tersebut. Korban diketahui bernama Muhtadi (54), sedangkan terduga pelaku merupakan anak kandungnya bernama Sujeri (24).

"Benar, telah terjadi peristiwa penganiayaan terhadap seorang warga di Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka. Korban merupakan seorang ayah bernama Muhtadi (54), sedangkan terduga pelaku adalah anak kandungnya sendiri bernama Sujeri (24)," ujar Dadi saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026).

Dadi menjelaskan, peristiwa bermula ketika Muhtadi sedang mengasah pisau di dapur rumahnya. Saat itu, korban tiba-tiba merasakan ada benda yang menempel di bagian belakang lehernya.

Ketika menoleh, korban terkejut mendapati sebilah golok sudah berada di dekat lehernya. Senjata tajam tersebut ternyata dipegang oleh anak kandungnya sendiri.

"Ketika menoleh ke belakang, korban mendapati sebilah golok sudah berada di dekat lehernya. Golok tersebut dipegang oleh anaknya sendiri," jelasnya.

Belum sempat menghindar, Sujeri tiba-tiba mengayunkan golok ke arah wajah ayahnya hingga mengenai bagian pelipis kanan.

Beruntung, istri korban yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berusaha melerai. Dia juga berteriak meminta pertolongan sehingga mengundang perhatian warga sekitar.

"Warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian berdatangan dan berhasil mengamankan terduga pelaku," ungkapnya.

Mendapat laporan kejadian itu, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Sementara Muhtadi segera dilarikan ke RS Mitra Husada Pringsewu guna mendapatkan perawatan medis.

"Korban mengalami luka bacok pada bagian pelipis kanan. Setelah mendapatkan penanganan medis, korban diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan," katanya.

 

Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Sementara itu, Sujeri kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Bandar Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sebilah golok yang diduga digunakan dalam penganiayaan tersebut sebagai barang bukti.

Dia mengungkapkan, berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, Sujeri diduga mengalami perubahan perilaku sejak Agustus 2026.

"Menurut informasi yang kami dapatkan, sejak beberapa bulan terakhir yang bersangkutan memang menunjukkan perubahan perilaku. Dia lebih sering murung, menyendiri di dalam kamar, dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar," bebernya.

Meski demikian, Sujeri selama ini disebut tidak pernah membuat keresahan di lingkungan tempat tinggalnya.

Namun, pada pertengahan Oktober 2026, Sujeri sempat terlibat dalam dugaan percobaan pencurian sepeda motor. Persoalan tersebut saat itu diselesaikan melalui musyawarah warga atau rembuk pekon.

"Pada saat itu persoalannya diselesaikan secara kekeluargaan melalui rembuk pekon," jelas Dadi.

Dia menambahkan, sebelum insiden pembacokan terjadi, petugas Bhabinkamtibmas sebenarnya telah menyarankan keluarga agar membawa Sujeri untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.

"Kami sebelumnya sudah pernah menyarankan kepada pihak keluarga agar yang bersangkutan dibawa untuk mendapatkan pengobatan. Namun, sebelum hal tersebut terlaksana, peristiwa ini sudah lebih dahulu terjadi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dadi menyebut keluarga korban tidak membuat laporan resmi atas kejadian tersebut. Kendati demikian, polisi tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan keluarga untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Walaupun pihak keluarga tidak melaporkan kejadian ini secara resmi, kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Kami ingin memastikan situasi tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai kondisi kejiwaan terduga pelaku.

Menurut Dadi, pemeriksaan medis lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi Sujeri. Dia juga mengingatkan pentingnya perhatian keluarga terhadap perubahan perilaku anggota keluarga agar dapat segera memperoleh penanganan profesional.

Â