Liputan6.com, Jakarta - Indonesia berhasil meningkatkan posisinya dalam industri pariwisata ramah Muslim dunia. Berdasarkan laporan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang dirilis Jumat, 30Â Oktober 2026, Indonesia menempati peringkat kedua dengan skor 79 dari 100.
Posisi ini naik tiga tingkat dibandingkan tahun sebelumnya, saat Indonesia berada di urutan kelima. Pencapaian tersebut diraih bersama Turki dan Arab Saudi yang juga mengantongi skor 79.
Sementara itu, Malaysia masih menduduki posisi teratas dengan nilai 83. Untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Singapura menjadi yang tertinggi dengan menempati peringkat ke-10 dan skor 73.
Advertisement
Memasuki edisi ke-11, GMTI mengevaluasi 150 destinasi berdasarkan kesiapan dalam memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Penilaian dilakukan melalui lebih dari 60 kumpulan data yang dikelompokkan ke dalam empat pilar utama atau ACES, yakni Access, Communication, Environment, dan Services.
Keempat aspek tersebut mencakup kemudahan akses menuju destinasi, ketersediaan informasi yang relevan bagi wisatawan Muslim, keamanan dan keberlanjutan lingkungan, serta fasilitas penunjang selama perjalanan.
Kerangka penilaian ini digunakan untuk mengukur kesiapan destinasi dalam menghadirkan pengalaman wisata yang sesuai dengan kebutuhan pasar Muslim.
Dalam aspek layanan, ketersediaan makanan halal, fasilitas ibadah, serta akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman perjalanan. Kemudahan memperoleh informasi mengenai fasilitas tersebut juga membantu wisatawan merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman.
Sementara itu, faktor lingkungan turut memperhatikan suasana destinasi yang aman dan ramah bagi pelancong Muslim. Dukungan berbagai fasilitas dan informasi yang mudah dijangkau menjadi elemen penting dalam pengembangan pariwisata halal di setiap negara.
Dalam 11 edisi GMTI, Indonesia tercatat konsisten masuk enam besar. Indonesia juga pernah berbagi posisi puncak dengan Malaysia pada 2019, 2023, dan 2024.
Indonesia Unggul dalam Fasilitas Halal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386484/original/004915400_1793348428-rafli-raihan-ylgA4NKVyDM-unsplash.jpg)
Keunggulan pariwisata ramah Muslim Indonesia juga tercermin dari hasil penilaian empat pilar ACES dalam GMTI 2026. Indonesia meraih skor 84 untuk Services, 69 untuk Communication, 68 untuk Environment, serta 58 untuk Access.
Pilar layanan menjadi aspek dengan nilai tertinggi. Indonesia bahkan memperoleh skor sempurna 100 pada tiga indikator, yaitu ketersediaan makanan halal, tempat ibadah, dan fasilitas bandara halal. Ketiganya merupakan kebutuhan penting yang menunjang kenyamanan wisatawan Muslim selama bepergian.
Di sisi lain, aspek akses masih memiliki ruang pengembangan. Dengan skor 58, Indonesia perlu memperhatikan konektivitas penerbangan internasional dan kemudahan pengurusan visa, terutama bagi pelancong dari pasar potensial seperti Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa.
Peningkatan kedua faktor tersebut dapat membantu memperluas jangkauan wisatawan Muslim mancanegara yang berkunjung ke berbagai destinasi di Tanah Air.
Advertisement
Prediksi Perjalanan Wisatawan Muslim Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
Pertumbuhan pariwisata ramah Muslim global juga tercermin dari meningkatnya mobilitas wisatawan lintas negara. Berdasarkan GMTI 2026, jumlah kedatangan wisatawan Muslim internasional mencapai 196 juta pada 2025, naik 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren positif tersebut diperkirakan berlanjut dengan proyeksi 208 juta kedatangan pada 2026 dan meningkat menjadi 262 juta pada 2030. Seiring pertumbuhan jumlah pelancong, pengeluaran perjalanan tahunan dari pasar wisata Muslim dunia diprediksi mencapai 310 miliar dolar AS pada 2030.
Selain peningkatan jumlah perjalanan, perubahan demografi turut membentuk perkembangan industri ini. Segmen Muslim Women in Travel (MWIT) mencatat sekitar 90 juta perjalanan atau setara 48 persen dari total kedatangan wisatawan Muslim global.
Data tersebut menunjukkan besarnya peran perempuan dalam pasar pariwisata Muslim sekaligus membuka peluang bagi destinasi untuk menghadirkan layanan dan pengalaman perjalanan yang semakin inklusif.
Teknologi AI hingga Keamanan Pengaruhi Pilihan Perjalanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
Perubahan perilaku wisatawan Muslim turut menjadi sorotan dalam laporan GMTI 2026. Penggunaan smartphone tercatat melampaui 80 persen pada seluruh tahapan perjalanan, mulai dari mencari inspirasi destinasi, membandingkan pilihan, hingga melakukan aktivitas selama liburan.
Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin membantu wisatawan menyaring informasi dan menentukan tujuan perjalanan. Tren ini mendorong pelaku industri pariwisata untuk menyediakan informasi fasilitas halal yang akurat, terstruktur, dan mudah diakses melalui platform digital.
Di luar perkembangan teknologi, faktor keamanan dan geopolitik juga memengaruhi preferensi perjalanan. Fluktuasi harga bahan bakar, penutupan wilayah udara, serta kekhawatiran terhadap keselamatan membuat wisatawan semakin cermat memilih destinasi.
Dampaknya terlihat pada perubahan jalur perjalanan internasional. Asia Tenggara kini melampaui Asia Barat sebagai koridor perjalanan utama wisatawan Muslim dari kawasan Asia.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386483/original/023399000_1793348427-dimas-wardana-sFy-j4cwGCw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411485/original/081771600_1763014928-SnapInsta.to_339522673_132514783123883_4562532617524480304_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387029/original/043878300_1793427992-IMG_1592.jpg)