Liputan6.com, Jakarta - Panen padi bersama Kelompok Tani Tunas Harapan di Desa Sei Buluh, Serdang Bedagai, pada Agustus 2026 menjadi salah satu gambaran upaya petani meningkatkan produksi melalui perbaikan budidaya dan pemanfaatan teknologi pertanian.
Namun, di balik peningkatan hasil panen di sejumlah lokasi, tantangan menjaga produktivitas dan keberlanjutan produksi masih membayangi sektor pangan Sumatera Utara.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi Sumatera Utara sepanjang 2025 mencapai 2,75 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini meningkat 24,84 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 2,20 juta ton.
Advertisement
Produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk juga meningkat menjadi sekitar 1,58 juta ton, bertambah sekitar 314 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Data final tersebut diterbitkan BPS pada 2 Februari 2026.
Namun, peningkatan produksi itu terutama ditopang oleh perluasan luas panen, bukan kenaikan produktivitas. Luas panen padi Sumatera Utara meningkat dari 419.463 hektare pada 2024 menjadi 535.009 hektare pada 2025, atau bertambah 27,55 persen.
Sebaliknya, produktivitas rata-rata turun dari 52,56 menjadi 51,45 kuintal per hektare. Perbedaan ini menunjukkan bahwa menjaga pertumbuhan produksi tidak cukup hanya dengan memperluas area panen. Peningkatan hasil dari setiap hektare lahan juga menjadi pekerjaan penting.
Serdang Bedagai dan Deli Serdang Jadi Penopang
Sejumlah kabupaten menjadi tulang punggung produksi padi Sumatera Utara. Pada 2025, Serdang Bedagai mencatat produksi tertinggi sebesar 356.508 ton GKG, disusul Deli Serdang sebanyak 298.852 ton, Mandailing Natal 223.288 ton, Simalungun 187.490 ton, dan Langkat 163.674 ton.
Di Serdang Bedagai, salah satu upaya meningkatkan produksi dilakukan melalui perbaikan pengelolaan air. Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya pada 18 September 2026 menyebut normalisasi sungai melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan membantu petani di sejumlah lokasi meningkatkan frekuensi panen.
“Jika sebelumnya petani hanya bisa panen satu kali dalam setahun, sekarang sudah bisa dua kali panen,” ujarnya.
Capaian tersebut menggambarkan peluang peningkatan indeks pertanaman melalui pengelolaan air yang lebih baik. Meski demikian, keberhasilan di lokasi tertentu tidak serta-merta mencerminkan kondisi seluruh lahan pertanian di Sumatera Utara.
Selain irigasi, ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih yang sesuai dengan kondisi lahan, serta pemupukan tepat dosis turut menentukan efisiensi budidaya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, misalnya, memberikan bantuan benih padi hibrida dan enam unit traktor tangan kepada kelompok tani di Asahan pada November 2025.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menekankan pentingnya menekan biaya produksi agar petani memperoleh keuntungan yang lebih baik.
“Tugas kami di daerah adalah bagaimana mengontrol pengeluaran petani dalam satu hektar bisa turun, untuk keuntungan bagi para petani,” katanya.
Teknologi Pertanian dan Tantangan Produktivitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363381/original/013659900_1758936299-IMG_6355.jpeg)
Penguatan budidaya juga dilakukan melalui percontohan pertanian modern. Kementerian Pertanian melaporkan hasil ubinan pada percontohan sistem Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Sei Buluh, Serdang Bedagai, pada 13 Agustus 2026 mencapai 12 ton per hektare untuk varietas Inpari 33.
Hasil tersebut merupakan capaian pada lokasi percontohan, bukan angka produktivitas rata-rata kabupaten maupun provinsi. Pendekatan PM-AAS menggabungkan penggunaan varietas unggul, pengaturan jarak tanam, pengelolaan air dan hara, serta mekanisasi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, modernisasi pertanian harus berujung pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Yang kita kejar adalah kesejahteraan petani. Pertanian modern harus bertransformasi menjadi pertanian yang menjadikan petani sejahtera,” ujarnya dalam rilis resmi Kementerian Pertanian pada Agustus 2026.
Di Deli Serdang, kebutuhan petani masih mencakup normalisasi irigasi, perbaikan jalan usaha tani, penyediaan pestisida, dan akses terhadap alat panen. Aspirasi itu disampaikan Kelompok Tani Banjar Samosir saat panen bersama di Desa Sidoarjo II Ramunia pada Juli 2026.
Pemerintah kabupaten menyiapkan skema peminjaman alsintan melalui unit pelayanan pertanian untuk membantu menekan biaya produksi. Sementara itu, gerakan tanam tiga kali setahun di Desa Karang Anyar didukung pendampingan pemupukan berimbang dan uji tanah dari Pupuk Indonesia.
Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi. Kementerian Komunikasi dan Digital mengembangkan Tani Digital yang memanfaatkan data, sensor, dan teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu petani mengelola lahan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan teknologi perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Teknologi baru itu tidak hanya mengawang, tapi harus membumi,” ujarnya dalam kegiatan Panen Tani Digital di Sragen pada 5 November 2025.
Pengalaman penerapan teknologi di wilayah lain dapat menjadi bahan pembelajaran bagi sentra pertanian Sumatera Utara, dengan penyesuaian terhadap kondisi lahan, infrastruktur, dan kemampuan petani.
Serapan Gabah dan Keberlanjutan Pasokan
Selain meningkatkan produksi, petani membutuhkan kepastian pemasaran agar hasil panen dapat terserap dengan baik.
Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara mencatat penyerapan 58.558 ton gabah kering panen (GKP) hingga laporan 9 Oktober 2026. Jumlah itu setara 84,24 persen dari target pengadaan tahunan sebesar 69.514 ton GKP.
Pemimpin Wilayah BULOG Sumatera Utara R. Darma Wijaya mengatakan pengadaan terus dioptimalkan untuk memastikan hasil panen petani terserap sesuai ketentuan.
“Kami mengoptimalkan pelaksanaan pengadaan, dan memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Angka serapan GKP tersebut berbeda dari data produksi padi GKG yang dirilis BPS. Keduanya menggunakan standar kadar air dan cakupan penghitungan yang berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Sementara itu, prospek produksi 2026 masih perlu dicermati. Berdasarkan prakiraan Kerangka Sampel Area Januari–September 2026 yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada September, luas panen diperkirakan sekitar 372.938 hektare dengan produksi sekitar 1,96 juta ton GKG. Angka tersebut merupakan prakiraan untuk periode yang disebutkan, bukan realisasi final sepanjang tahun.
Evaluasi Kementerian Pertanian pada awal Oktober juga mencatat realisasi luas tambah tanam Sumatera Utara mencapai 69,96 persen hingga September. Di sejumlah lokasi, genangan dan saluran pembuangan air yang belum optimal masih menjadi tantangan bagi pertanaman serta penggunaan alsintan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280589/original/026163100_1752234727-WhatsApp_Image_2025-07-11_at_17.31.50.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361376/original/032046500_1790704961-Screenshot_2026-09-30_002813.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361306/original/000536100_1790693429-475415.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361259/original/031548600_1790688209-1201931.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3404433/original/036356200_1616041786-ilustrasi-mayat-ilustrasi-jenazah-ilustrasi-orang-mati_20180416_074120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4722987/original/002875100_1705908896-IMG-20240122-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361209/original/090276300_1790682558-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_16.18.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361193/original/061437200_1790682111-IMG-20260929-WA0127.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361155/original/010435000_1790679389-IMG_20260929_154943.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361104/original/035962000_1790675810-1001714459.jpg)