Penjelasan BMKG Penyebab Hujan Es di Lampung Barat

Hujan es terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Diterbitkan 01 November 2026, 21:39 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung Arief Pangestu buka suara terkait fenomena hujan es yang mengguyur sejumlah pekon di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (1/11/2026) sore. Dia menjelaskan, hujan es dapat terjadi akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang intens.

“Awan tersebut memiliki arus udara naik atau updraft yang kuat. Arus ini mampu membawa butiran air menuju lapisan atmosfer bersuhu di bawah titik beku hingga membentuk partikel es. Butiran es kemudian membesar di dalam awan sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es,” jelas Arief.

Menurutnya, kondisi atmosfer yang tidak stabil, ketersediaan uap air, serta faktor lokal seperti topografi Lampung Barat dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif yang kuat. Hujan es umumnya berlangsung singkat dan hanya melanda wilayah terbatas.

Arief mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Jika terjadi hujan es, masyarakat disarankan segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan menghindari aktivitas di ruang terbuka. Kemudian, menjauhi pohon, papan reklame, serta jaringan listrik ketika angin kencang dan petir terjadi,” katanya.

Masyarakat juga diimbau rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Kesaksian Warga Lihat Hujan Es

Hujan es disertai angin kencang itu menyebabkan sebuah bangunan pendidikan anak usia dini (PAUD) tertimpa pohon tumbang dan sejumlah rumah warga mengalami kebocoran atap. Peristiwa sekitar pukul 15.00 WIB tersebut mengejutkan warga.

Dalam video yang diterima Liputan6.com, butiran es terlihat jatuh bersama hujan. Setelah hujan reda, warga menemukan butiran es yang mengumpul di sejumlah titik.

Salah seorang warga Balik Bukit, Wahdi, mengatakan hujan es terjadi di beberapa pekon. Hujan telah mengguyur kawasan itu selama dua hari, tetapi baru kali ini disertai es.

“Sudah dua hari hujan, tapi enggak disertai es. Baru hari ini yang ada esnya,” kata Wahdi.

Menurut Wahdi, hujan deras disertai angin kencang berlangsung sekitar 30 menit. Setelah itu, cuaca berangsur membaik dan langit kembali terang.

“Sudah reda hujannya, hanya sekitar 30 menitan yang kencang. Kalau sekarang sudah reda, sudah terang lagi,” ujarnya.

Wahdi memperkirakan diameter butiran es yang jatuh sekitar 2 sentimeter atau sebesar kerikil.