Dewa United Women Sikat Persija, Ini Kata Zahra Muzdalifah

Dewa United Women menundukkan Persija di Indomilk Arena dan mencatat tiga kemenangan beruntun. Zahra Muzdalifah menekankan konsistensi, fokus, dan target tinggi.

Diterbitkan 01 November 2026, 22:41 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang - Dewa United Women menundukkan Persija Women di Indomilk Arena, Minggu (1/11/2026) sore, dalam lanjutan Indonesia Women's League 2026/2027. Hasil ini menggenapkan catatan tiga kemenangan beruntun bagi tim asuhan Dewa United Women.

Kemenangan krusial tersebut disambut antusias skuad, namun mereka sadar musim masih panjang. Penyerang Dewa United Women, Zahra Muzdalifah, yang akrab disapa Zahmuz, mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap membumi dan tidak cepat puas.

"Jelas senang banget bisa mempertahankan kemenangan. Tapi balik lagi, ini masih awalan dan baru tiga pertandingan terakhir, masih ada pertandingan-pertandingan berikutnya," ujar Zahmuz seusai laga.

Peta Persaingan Liga Putri Indonesia

Pemain berusia 25 tahun itu menilai menjaga performa di level tertinggi merupakan tantangan terberat bagi sebuah tim. Ia menekankan pentingnya ritme permainan yang stabil dari pekan ke pekan.

Karena itu, konsistensi menjadi fokus utama Dewa United Women agar bisa terus tampil maksimal hingga akhir musim. Pendekatan ini dipandang vital untuk menjaga laju positif.

Menghadapi Persija Women, Zahmuz menyebut faktor pembeda di lapangan tidak semata bergantung pada kemampuan individual. Ia menilai detail permainan kecil justru sering menentukan.

Menurutnya, peta kekuatan antartim di liga saat ini relatif seimbang. Dalam kondisi seperti itu, kedisiplinan dan tingkat fokus selama 90 menit menjadi penentu hasil akhir.

"Sebenarnya kalau melihat dari kualitas, semua tim itu sama. Cuma yang bikin perbedaan itu adalah fokus, karena kebanyakan gol terjadi akibat kehilangan fokus," ungkap Zahmuz.

Target Tinggi Setiap Laga

Selain disiplin, Zahmuz menekankan pentingnya komunikasi serta kerja sama antarpemain yang solid di atas lapangan. Ia melihat koordinasi yang rapi membantu tim menjaga kontrol pertandingan.

Baginya, permainan kolektif lebih efektif dibanding mengandalkan kualitas individu semata ketika meredam perlawanan lawan. Pendekatan ini menjadi rujukan dalam setiap sesi latihan dan pertandingan.

Mengenai cara menjaga motivasi setelah rangkaian tiga kemenangan, Zahmuz menyebut seluruh elemen tim selalu memasang target tinggi di tiap laga. Standar itu digunakan sebagai tolok ukur performa, bukan sekadar hasil akhir.

"Jujur, kita tidak pernah merasa puas. Alhamdulillah bisa menang tiga kali berturut-turut, tapi kita selalu menganggap hal itu belum cukup karena ada target yang ingin terus kita capai ke depannya," pungkasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kemenangan Perdana Jadi Awal Kebangkitan PSIM Yogyakarta

Farrel Mido Destiano, Harley Ikhsan, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Copy Link
Batalkan