Alasan Basarnas Perpanjang Pencarian Korban KM Nurul Salsa

KM Nurul Salsa berisi 76 orang tenggelam di Selayar Sulsel.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 11:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Basarnas Makassar memperpanjang proses pencarian korban tenggelam Kapal Motor Nurul Salsa di Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sulsel telah menerima dua kantong jenazah dari Basarnas Makassar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel Komisaris Besar Didik Supranoto menjelaskan saat ini tim SAR gabungan masih mencari 17 dari 76 orang penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di Pulau Polasi. Didik menyebut 59 penumpang telah ditemukan selamat dan satu meninggal dunia.

"Kemudian yang sudah ditemukan ada 59 selamat di antaranya pertama ada satu nakhoda, kemudian tujuh ABK dan 50 penumpang. Kemudian korban meninggal dunia ditemukan satu dan sekarang sudah ada di rumah sakit ini (RS Bhayangkara Makassar)," kata Didik saat jumpa pers di Gedung Dokkes Polda Sulsel, Rabu (22/7/2026).

Didik mengungkapkan korban meninggal akibat sesak napas sesaat sebelum KM Nurul Salsa tenggelam.

"Diperkirakan mereka sakit jantung, karena pada saat kejadian sesak napas dan kemudian meninggal dunia di atas kapal," ungkapnya.

Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah ini mengatakan saat ini tim Dokkes Polda Sulsel sedang mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban yang belum ditemukan. Hanya saja, saat ini baru 15 data antemortem yang didapatkan.

"Kemudian sampel DNA dari keluarga korban yang sudah diambil oleh Biddokes ada 15 sampel. Dua belum dilaksanakan atau masih dalam proses untuk diambil sampel DNA-nya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Biddokes Polda Sulsel Kombes M Haris menambahkan saat ini pihaknya menerima dua kantong jenazah dari Basarnas Makassar. Dua kantong jenazah tersebut diduga korban tenggelamnya KM Nurul Salsa.

"Jadi pada hari ini, Rabu, 22 Juli 2026 pada pukul 6.30 Wita, tim DVI di Dokkes menerima dua kantong jenazah yang telah kami label dengan nomor PMB 01 dan PMB 02. Kita terima dari tim Basarnas Makassar," tuturnya.

Selanjutnya, tim DVI Polda Sulsel akan melakukan proses identifikasi terhadap dua kantong jenazah tersebut. Haris mengaku membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk dilakukan identifikasi terhadap dua kantong jenazah tersebut.

"Jadi untuk kondisi korban kemungkinan besar memang karena sudah tujuh hari sudah sangat rusak. Hal itu yang paling memungkinkan pemeriksaan DNA. Pemeriksaan DNA ini memerlukan waktu yang lumayan, 2-3 minggu lah," ucapnya.

Haris belum bisa memastikan jenis kelamin jenazah dari dua kantong yang diserahkan Basarnas Makassar.

Sementara itu, tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa pada hari ketujuh pelaksanaan operasi pencarian, Selasa (21/7). Dengan penemuan tersebut, operasi SAR yang semula dijadwalkan berakhir pada hari ketujuh resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan.

Jenazah ditemukan di perairan sebelah timur Pulau Sanana Besar setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar menerima laporan dari aparat Desa Pulau Matallang. Menindaklanjuti informasi tersebut, KN SAR Pacitan bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan kemudian diserahkan ke KN Sar Kamajaya.

Hingga saat ini dua jenazah telah berada di KN Sar Kamajaya. Untuk selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar guna menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan bahwa sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan selama maksimal tujuh hari. Namun, berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, adanya penemuan korban, serta kesepakatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur SAR, operasi diputuskan untuk diperpanjang.

"Sesuai SOP, operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari. Namun setelah dilakukan evaluasi bersama dan mempertimbangkan masih adanya korban yang belum ditemukan serta ditemukannya dua jenazah pada hari ketujuh, kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan," ujar Yudhi Bramantyo.

Dia menambahkan, selama masa perpanjangan operasi, tim SAR gabungan akan tetap mengerahkan seluruh unsur laut dan potensi SAR yang berada di lokasi, dengan penyesuaian area pencarian berdasarkan analisis pergerakan arus, angin, dan hasil evaluasi Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP).

"Kami akan tetap mengerahkan alut dari KN SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan, KN SAR Puntadewa, RB 202, KRI Marlin 877, KRI Hiu, Boeing 737-200 serta seluruh potensi SAR yang terlibat untuk pencarian ke depan," tambahnya.

Basarnas memastikan seluruh proses evakuasi dan identifikasi korban akan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku, sementara operasi pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang akan terus dilanjutkan hingga masa perpanjangan berakhir.

Reporter: Merdeka.com/Ihwan Fajar