Ledakan Rumah Mewah di Medan: Korban Terakhir Ditemukan

Korban keenam sekaligus yang terakhir ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 22:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban tewas dalam ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7/2026). Korban keenam sekaligus yang terakhir ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB.

"Puji Tuhan, tepat pukul 18.00 atau jam 06.00 sore di hari ini, korban keenam dan terakhir sudah dapat dievakuasi," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak kepada wartawan di lokasi kejadian.

Jasad korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kota Medan untuk proses identifikasi dan autopsi lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban terakhir ini, total keseluruhan korban dari peristiwa tersebut berjumlah enam orang, dengan rincian tiga orang meninggal dunia dan tiga orang selamat.

Berdasarkan data kepolisian, ketiga korban meninggal dunia terdiri dari istri pemilik rumah berinisial J, serta dua orang perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan babysitter yang identitasnya masih didata.

Sementara itu, tiga korban selamat meliputi anak balita pemilik rumah berusia 2 tahun berinisial J yang masih menjalani perawatan medis, seorang kurir barang berinisial YMH yang turut terdampak saat mengantar pesanan, serta kakek berinisial H yang merupakan orang tua pemilik rumah dalam kondisi sehat.

Intensifkan Investigasi

Tim gabungan dari kepolisian, TNI, serta Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Sumut terus mengintensifkan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dahsyat yang melanda Grand Polonia. Insiden tragis itu terjadi pada Senin sore (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Calvijn menjelaskan, pihaknya bersama unsur TNI dan instansi terkait tengah melakukan asesmen mendalam di lokasi kejadian untuk menarik benang merah penyebab peristiwa tersebut.

"Saat ini, kami juga sudah bersama dari teman-teman TNI ya, untuk melakukan asesmen atau melakukan investigasi bersama. Karena tadi, kita sudah melakukan pengecekan sementara di dalam pasca asesmen, pasca investigasi yang dilakukan Polri dan Brimob serta Labfor," jelas Calvijn.

Dia menambahkan, meski dugaan awal mengarah pada adanya kandungan gas di dalam rumah tempat kejadian perkara (TKP), aparat masih memerlukan waktu untuk mengumpulkan barang bukti serta keterangan saksi guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian.

Dari sisi forensik, Kasubbid Fisika dan Komputer (Fiskom) Bidang Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, memaparkan bahwa kerusakan parah yang terjadi menunjukkan ciri khas tekanan kuat yang berasal dari dalam rumah hingga merobohkan dinding serta material bangunan.

Berdasarkan olah TKP sementara, titik krusial penyelidikan mengerucut ke area dapur korban. Di lokasi tersebut, tim menemukan kompor tanam yang mengalami kerusakan terangkat ke atas, serta adanya terminal gas yang digunakan untuk aktivitas memasak.

"Nah, hasil untuk pertama yang kita temukan di sana dengan gas detektor, kita menemukan ada konsentrasi bervariasi di dapur itu. Ada sekitar paling tidak 10% LOL-nya ya. Jadi, itu dalam konsentrasi itu harusnya gas itu bisa terdetonasi," ungkap Roy.

Diketahui, kawasan perumahan elit tersebut merupakan pelanggan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang menggunakan jaringan pipa gas tanam. Menanggapi insiden ini, Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan menutup penyaluran gas demi keselamatan warga sekitar.

Kendati demikian, berdasarkan hasil deteksi awal menggunakan alat ukur gas yang disaksikan pihak berwenang pada Senin malam, pembacaan di area lantai 1 dan lantai 2 menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi).

"Namun demikian, penyebab pasti dari kejadian tersebut tetap akan menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat yang berwenang," ujar Agus, sembari menyampaikan duka mendalam bagi para korban terdampak.

Saat ini, aparat gabungan masih terus bekerja mengurai berbagai temuan di lapangan guna memastikan fakta hukum serta keselamatan infrastruktur di kawasan perumahan tersebut.