18 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang, Pencarian Diperluas

Basarnas memprediksi 18 korban KM Nurul Salsa hanyut ke arah perairan NTB.

OlehFauzan
Diterbitkan 20 Juli 2026, 18:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas area pencarian terhadap 18 korban KM Nurul Salsa yang masih hilang pada hari keenam operasi SAR, Senin (20/7/2026). Wilayah pencarian kini dibagi menjadi lima sektor dengan total cakupan sekitar 1.980 nautical miles.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan perluasan area pencarian merupakan hasil evaluasi tim SAR gabungan selama lima hari terakhir.

"Yang kemarin mungkin hanya empat sektor, hari ini berkembang menjadi lima sektor," kata Yudhi saat memberikan keterangan di Posko SAR Selayar, Senin (20/7/2026).

Selain memperluas area pencarian, Basarnas juga memperkuat unsur SAR yang terlibat. Operasi didukung KRI Marlin dan KRI Hiu dari Koarmada VI Makassar, pesawat patroli maritim Boeing 737-200 dan helikopter Caracal dari Lanud Hasanuddin, serta KN SAR Kamajaya dari Makassar, KN SAR Pacitan dari Kendari, KN SAR Puntadewa dari Maumere, dan RB 2201 dari Bima.

Yudhi menjelaskan, hingga hari keenam operasi, tim SAR masih mengacu pada laporan keluarga yang diterima Posko SAR. Berdasarkan data tersebut, terdapat 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa.

"Dengan yang lima korban ditemukan pada hari keempat dan dua korban pada hari kelima, sampai hari ini masih ada 18 korban yang masih kita upayakan untuk kita cari," ujarnya.

 

Hanyut ke Laut NTB

Dari total 78 korban, sebanyak 59 orang telah ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, sementara 18 lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Menurut Yudhi, hasil analisis Search and Rescue Map (SARMAP) menunjukkan adanya perubahan pola hanyut korban akibat pengaruh arus laut. Karena itu, strategi pencarian turut disesuaikan dengan memperluas wilayah operasi ke arah barat daya.

"Kemungkinan sampai hari keenam ini korban lebih banyak hanyut terbawa ke arah barat daya, yang kemungkinan ke arah Kepulauan Nusa Tenggara Barat," katanya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Basarnas telah menyiagakan Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar agar dapat segera bergabung apabila area pencarian perlu diperluas hingga perairan NTB.

Ia menambahkan, total area pencarian pada hari keenam mencapai sekitar 1.980 nautical miles yang dibagi ke dalam lima sektor. Masing-masing sektor memiliki cakupan sekitar 396 nautical miles guna memaksimalkan penyisiran oleh seluruh unsur SAR gabungan.

"Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar kita siagakan juga dan sewaktu-waktu siap kita gerakkan," tutur Yudhi.