Cerita Warga Lampung Wujudkan Jalan Mulus Tanpa Bantuan Pemerintah

Warga membangun jalan secara swadaya karena tidak kunjung mendapat bantuan dari pemerintah.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 15:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bosan menunggu pembangunan dari pemerintah, warga Dusun 15 dan Dusun 16, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sribawono, Lampung Timur, memilih turun tangan membangun jalan lingkungan secara swadaya.

Dengan semangat gotong royong, masyarakat mengumpulkan dana secara sukarela untuk mengecor jalan yang selama ini rusak. Setiap kepala keluarga menyumbang sesuai kemampuan, dengan nominal rata-rata berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu.

Tokoh masyarakat Dusun 15, Rahmat Suwondo mengatakan, pembangunan jalan tersebut merupakan inisiatif para pemuda yang diprakarsai Garda Ngogosari dan mendapat dukungan penuh dari warga.

"Ini murni inisiatif pemuda Dusun 15 yang diprakarsai Garda Ngogosari dan didukung masyarakat. Setiap musyawarah saya selalu sampaikan, ini murni keikhlasan warga untuk membangun lingkungan yang lebih baik," kata Rahmat, Senin (20/7/2026).

Rahmat menjelaskan, dari target pembangunan sepanjang sekitar empat kilometer, dua kilometer di antaranya telah berhasil dicor menggunakan dana hasil patungan warga.

Sementara dua kilometer sisanya akan dikerjakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan masyarakat.

Menurut Rahmat, keputusan membangun jalan secara mandiri muncul karena warga sudah terlalu lama menantikan pembangunan. Demi mendapatkan akses jalan yang lebih baik, masyarakat akhirnya memilih bergotong royong.

"Masyarakat sangat mengimpikan jalan ini bagus. Karena mungkin menunggu cukup lama, akhirnya muncul inisiatif untuk melakukan pengecoran secara swadaya," jelasnya.

Warga lainnya, Sariman mengatakan, seluruh biaya pembangunan berasal dari sumbangan sukarela masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan tersebut.

"Ini murni dari masyarakat, gotong royong. Setiap rumah ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting kami punya semangat yang sama, yakni ingin memiliki jalan yang lebih baik," bebernya.

Ia menambahkan, warga tidak ingin terus menunggu hingga kondisi jalan semakin rusak. Keinginan memiliki akses jalan yang aman dan nyaman menjadi alasan utama masyarakat menggalang dana secara mandiri.

"Ya karena warga ingin jalannya bagus. Jadi kami bangun bersama-sama," ujar Sariman.

Â