Bahlil Blusukan, Tinjau Program Lisdes di Purworejo

Akses listrik bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan kelistrikan akan memberikan dampak besar bagi kehidupan sehari-hari.

Diterbitkan 20 Juni 2026, 15:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk menyediakan akses listrik bagi seluruh rakyat Indonesia melalui program bantuan pemasangan listrik baru.

“Penyediaan akses penerangan ini juga merupakan wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang sulit mendapatkan akses listrik,” ujar Bahlil, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (20/6).

Bahlil menuturkan akses listrik bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan kelistrikan akan memberikan dampak besar bagi kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya membantu aktivitas rumah tangga, keberadaan listrik juga dinilai membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi keluarga serta memperluas akses terhadap pendidikan dan informasi.

"Saya kan mantan anak kampung yang lahir tanpa listrik. Jadi, akses listrik harus bisa dirasakan oleh semua masyarakat. Bagaimana orang bisa sekolah pintar? Bagaimana orang bisa mengakses informasi dari luar maupun dari dalam dengan cepat? Bagaimana anak-anak SD bisa belajar dengan baik kalau tidak ada akses digitalisasi? Jadi, saya pikir ini salah satu infrastruktur dasar yang harus diwujudkan," tuturnya.

Menurut Bahlil, negara wajib hadir ketika masyarakat membutuhkan penerangan, terutama di wilayah yang secara komersial dinilai belum layak untuk pengembangan jaringan listrik karena jumlah pelanggan yang sedikit dan kebutuhan investasi yang besar.

 

Blusukan

Bahlil hadir dalam penyalaan perdana bantuan pemasangan sambungan listrik baru di Dusun Krembeng, Desa Hadimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Selain menyalakan saklar secara simbolis, Menteri ESDM juga menyerahkan token listrik kepada salah satu penerima bantuan.

Program Lisdes dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) merupakan upaya sistematis dan terencana yang dijalankan pemerintah bersama PT PLN untuk menghadirkan listrik di wilayah yang belum terjangkau.

Sasaran utamanya adalah masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, terisolasi, atau lokasi yang belum tersentuh jaringan listrik PLN.

Hingga 2025, realisasi Program Lisdes telah mencakup 1.403 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua Selatan.

Sementara itu, bantuan pemasangan sambungan listrik baru bagi masyarakat kurang mampu telah terealisasi untuk 220.845 rumah tangga, dengan 19.161 rumah tangga di antaranya berada di Provinsi Jawa Tengah.